Friday, March 13, 2009

Tentang kabinet dalam rumah kita

Kabinet, adalah tempat penyimpan yang biasanya dibuat dari kayu atau material lembaran lainnya, merupakan kotak lemari untuk menyimpan benda-benda dalam rumah tinggal. Dengannya kita dapat menata berbagai benda, misalnya surat-surat penting sehingga terorganisasi dengan baik. Bila berada di dapur kita bisa menata peralatan dapur dengan rapi dan mudah ditemukan bila kita dibutuhkan.

Benda-benda yang biasanya disimpan dalam sebuah kabinet
-    bumbu-bumbu
-    peralatan dapur seperti pisau besar,sendok-sendok, mangkuk, piring,
-    kontainer (tupperware) dan penyimpan plastik
-    peralatan makan perak
-    gelas-gelas
-    bahan-bahan kue dan masakan
-    pakaian dan busana
-    surat-surat dokumen
-    peralatan tata rias
-    peralatan mandi
-    buku-buku
-    alat tulis
-    dan lain-lain


Kabinet dapur, dari bahan multipleks (plywood)

Macam-macam kabinet
-    kabinet dapur, biasanya dipakai menyimpan berbagai peralatan dapur
-    kabinet kamar mandi, untuk menyimpan peralatan mandi
-    kabinet ruang kerja/ perpustakaan, tempat menyimpan buku-buku dan alat tulis
-    kabinet ruang tidur, menyimpan kebutuhan pribadi, seperti pakaian, peralatan rias, dan sebagainya
-    kabinet ruang keluarga, biasanya menyimpan berbagai benda-benda keluarga seperti buku-buku, majalah, dan sebagainya.

Membuat kabinet sendiri atau membeli kabinet?

Bila kita memiliki keterampilan untuk membuat peralatan dari kayu, kita bisa membuat sendiri. Dalam hal ini diperlukan keahlian tukang kayu (agak jarang yang memiliki keahlian ini namun bila bisa, akan menjadi ide pekerjaan akhir pekan yang menyenangkan).

Dengan menggunakan bahan seefesien mungkin harus kita putuskan dengan melihat seberapa besarkah kita akan membuat kabinet tersebut. Pertama pastikan dulu luas ruangan yang akan ditempati lemari tersebut dan sesuaikan dengan dimensi panjang dan ukuran kabinet.

Cabinet Doors

Banyak merek furniture sekarang membuat produk-produk ’Do It Yourself’ (DIY) atau furniture yang bisa dirakit dan dipasang sendiri dan memiliki modul-modul (bagian-bagian) yang bisa dirakit dan disesuaikan dengan ukuran ruangan kita. Saya memiliki meja makan yang dibeli dan bisa dirakit sendiri dari toko. Furniture semacam ini mudah diinstal dengan waktu hanya beberapa menit dengan mengikuti prosedur perakitan dari toko atau brosur didalamnya.

Cara yang lain adalah membuat sendiri desain kabinet dengan mengukur kebutuhan dalam ruangan Anda, misalnya lebar ruang tidur dan berapa lebar kabinetnya. Dapat juga menyuruh ahli gambar untuk mendisain dan meminta tukang kayu untuk membuatkannya dan mengirimnya langsung ke rumah anda. Jenis bahan kayu yang digunakan dapat anda negosiasikan kepada tukang kayu yang lebih berpengalaman tentang jenis kayu mana yang kuat, tahan lama, aman dan anti rayap.

Jenis Kabinet dari lembaran kayu solid (jati)


Jenis kayu lembaran untuk membuat kabinet ada beberapa macam, yaitu kayu lembaran solid, plywood, particle board, dan jenis lainnya. Kayu lembaran solid dibuat dengan memotong langsung dari kayu gelondongan menjadi lembaran. Jenis ini cukup mahal, misalnya lembaran papan kayu jati. Kita banyak menjumpai jenis perabot dari kayu solid ini untuk jenis perabot tradisional, dengan ukiran dan tekstur kayu yang sangat menarik.



Jenis plywood adalah lembaran kayu yang dibuat dari gabungan lembaran tipis beberapa kayu menjadi kayu olahan. Jenis ini umum kita temui dipakai sebagai bahan furniture yang dijual di pasaran dengan merek-merek tertentu dan kualitas yang cukup memadai dalam arti lebih kuat dari particle board. Nama lain untuk bahan ini adalah multipleks.

Jenis particle board adalah kayu olahan dari serbuk kayu dan bahan-bahan lainnya, biasanya dibuat untuk furniture kabinet yang murah. Jenis ini bisa dipakai untuk berbagai perabot seperti lemari dan kabinet, namun dengan kualitas yang agak rendah karena bisa berubah bentuk bila diberi beban.

Finishing kabinet penting dipikirkan untuk melindunginya agar awet dan bertahan lama bahkan bertahun-tahun meskipun kita gunakan setiap hari. Finishing kayu bisa dipilih dari politur atau cat, dan macamnya juga beragam. Ada politur berbahan minyak, berbahan air. Cat pun bermacam-macam, ada yang cat kuas, atau cat semprot.


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Wednesday, March 11, 2009

Konsep Desain Rumah Modern - Etnik [artikel di koran Sindo]

Sekali lagi, saya muncul artikel di Koran Sindo kemarin, tanggal 11 Maret 2009. Terimakasih pada koran Sindo yang masih mempercayai saya sebagai narasumber pada berbagai artikel tentang rumah tinggal. Artikel kali ini tentang memberikan sentuhan etnik pada arsitektur modern (atau banyak yang menyebutnya 'minimalis'). Memberikan sentuhan etnik bisa memberikan warna bagi arsitektur modern yang cenderung polos.


Simak selengkapnya dalam artikel Sindo berikut:


dalam koran sindo 11 Maret 2009
Mengenal Konsep Desain Modern-Etnik
KOLABORASI: Langgam hunian modern bisa dikawinkan dengan langgam lain, semisal etnik. Sofa, standing lamb, dan lemari cabinet yang merupakan furnitur modern berpadu apik dengan lukisan wanita Bali serta pahatan patung kayu.
MENURUT konsep modernisme,desain yang baik adalah yang memperhatikan kesederhanaan bentuk, fungsional, dan estetis. Atas dasar ini,maka smart design sebenarnya tidak harus bergaya kontemporer, mewah, atau berteknologi canggih. 
Menurut arsitek Probo Hindarto, smart design dihasilkan dari proses pemikiran yang luas dan berkualitas, dengan hasil yang simpel,fungsional,serta indah. Dalam perkembangannya, paham modernisme menerima banyak kritik, juga mengalami penyempurnaan bertahap. Sebab,modernisme dianggap terlalu ”sibuk” dengan prinsip-prinsip perhitungan matematis, analisis struktur, teknik produksi, standardisasi, efisiensi, dan hal-hal yang bersifat rasional lainnya. 
”Desain modern yang seharusnya mampu menjadi media pengungkapan budaya, kemanusiaan, moral, fantasi, selera, dan nilai-nilai keindahan justru menjadi tersingkir. Sebab, citra desain modern hanyalah desain yang bebas ornamen serta mengekspresikan kepresisian bahasa mesin, serbapolos, bentuknya kotak-kotak, sederhana, dan serius. Semua seolah antikemanusiaan,”tutur Probo. 
Bagi para pengamat desain,kegagalan yang paling parah pada modernisme adalah ketidakmampuannya mengangkat peran sosial sebuah desain. Desain terlalu seragam, tak komunikatif, tidak memberikan pengalaman estetik bagi pengamat, dan bersifat anonim. Bentukbentuknya terlalu rasional, seolah merupakan pengagungan kehebatan akal manusia dalam menjawab tantangan alam. Terkadang, desain ini kontras dengan karya-karya budaya lokal atau tradisi daerah setempat. Meski begitu,langgam modern bisa saja dikawinkan dengan langgam lain.
Contohnya, mewujudkan hunian berkonsep modern etnik. Gaya etnik itu sendiri sangat beragam. Kita, orang Indonesia, memiliki begitu banyak variasi etnis sehingga jika dipandang dari segi desain, kita akan punya banyak sekali pilihan. ’’Biasanya gaya etnik yang sering dipakai untuk konsep rumah adalah Jawa dan Bali. Kalaupun ada gaya Dayak dan sebagainya, itu jarang sekali,” timpal arsitek dan desainer interior Riantono Hermawan. Ada dua gaya yang populer diadaptasi ke dalam hunian, yaitu Bali dan Jawa. 
Menurut Probo, yang lebih digemari adalah Bali ketimbang Jawa. Analisa itu datang dari citra Bali yang dekat dengan nuansa liburan, sehingga memberikan efek rekreasi pada psikologis penghuninya. ”Kalau Jawa biasanya memang karena penghuninya suka dengan gaya Jawa.Kesan yang timbul juga dekat dengan kemewahan,” imbuh Probo.Kesan mewah itu didapat lantaran beberapa jenis furnitur dengan etnik Jawa dikenal mahal, misalnya bahan kayu jati, ukiran Jepara,dan sebagainya. Mendesain rumah modern-etnik tidaklah sulit. Anda hanya perlu merancang rumah seperti biasanya dan desain denah rumah tetap mengikuti kebutuhan kita sehari- hari. 
”Ruang-ruangnya ditata sedemikian rupa agar fungsional, simpel, dan mengikuti kebutuhan penghuni.Karena saat ini pola pikir manusia selalu ingin yang instan, efisien, serta multifungsi sehingga tecermin dalam desain rumahnya,” ujar Probo. Jika Anda hanya ingin menjadikan etnik sebagai unsur, ada hal yang perlu diperhatikan.Analoginya seperti ini, jika rumah Anda yang bergaya modern ingin ditambahkan unsur etnik,Anda tidak perlu melakukan perombakan atau penataan yang major. 
Cukup dengan memberi hiasan- hiasan, ornamen atau pernak-pernik etnik,mudah bukan? ”Komposisinya bisa 50-50 atau bahkan 75-25, tergantung selera. Hanya saja, sebaiknya komposisi etnik lebih sedikit, karena gaya modern cenderung simpel, sedangkan etnik sangat complicated. Kalau digabung dengan porsi sama, gaya etniknya akan lebih mencolok,” jelas Riantono.
Dengan komposisi etnik lebih sedikit, maka unsur modern lebih kuat, sehingga tepatlah dikatakan sebuah hunian berkonsep modern-etnik. (johana purba) 






________________________________________________
Photos by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tuesday, March 10, 2009

Konsep Front Office (Ruang penerima) untuk sebuah kantor

Genius front officeKonsep ideal untuk front office harus memenuhi beberapa kriteria berkaitan dengan image dari perusahaan yang bersangkutan. Front office adalah tempat bertemunya 'sebuah perusahaan' dengan pengguna jasa atau pembeli produk. Konsep ideal front office tentunya harus mencerminkan suasana yang mendukung image perusahaan di mata konsumen.

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam konsep ideal front office adalah kenyamanan pengunjung. Front office sebaiknya dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang nyaman seperti ruang tunggu dengan kursi tunggu yang nyaman, suasana tenang dan pengaturan yang baik pada area meja, penataan barang, serta rencana sirkulasi pengunjung (alur pengunjung dari masuk ke ruangan, mendapatkan nomor antri misalnya, duduk menunggu, atau langsung dilayani oleh petugas).

Rancangan interior yang mendukung kesan sebuah front office bisa diolah dari kesan yang diinginkan. Apakah perusahaan, toko, penyedia layanan, atau usaha kita ingin mendapatkan kesan yang ramah, bersifat melayani sepenuh hati, dan sebagainya. Rancangan interior juga sebaiknya memiliki hubungan dengan brand sebuah produk, jasa atau konsep dari sebuah perusahaan.


Genius front office


Menghubungkan kesan rancangan interior dengan brand produk atau layanan perusahaan bisa dilakukan antara lain dengan:


  • Memampang logo atau nama perusahaan sebagai latar belakang sebuah front office. Hal ini bisa memperkuat brand perusahaan, produk atau layanan kepada pengguna atau konsumen.
  • Menggunakan warna-warna interior yang berkaitan dengan logo atau identitas perusahaan. Misalnya, bila logo memiliki warna orange, bisa digunakan sebagai latar belakang atau warna dinding front office untuk memperkuat brand dimata konsumen.
  • Menggunakan rancangan dan dekorasi yang dapat memperkuat kesan perusahaan dalam konteks tertentu, misalnya perusahaan modern, menggunakan furniture bergaya modern. Perusahaan travel ke hutan dan gunung bisa menggunakan gambar-gambar ilustrasi berkaitan dengan hutan atau gunung.



Di front office, idealnya ada barang-barang apa saja, dan seperti apa penataannya?
Benda apa saja yang ada dalam sebuah front office ditentukan terutama oleh jenis perusahaan dengan produk atau layanan apa yang disediakan. Hal ini berkaitan dengan aktivitas pengunjung, apakah seorang pengunjung datang, mengambil nomor antrian, duduk menunggu, berbicara dengan costumer service, dan sebagainya. Tentunya masing-masing aktivitas membutuhkan perabot atau perlengkapannya sendiri. Misalnya, bila costumer service membutuhkan lemari yang digunakan untuk menyimpan berkas, namun terlihat bagus, maka bisa diselesaikan dengan menggunakan furniture lemari rak.

Front office sebaiknya dilengkapi dengan fasilitas berupa furniture yang nyaman untuk menunggu, pendukung informasi perusahaan seperti layar sentuh berisi informasi tentang produk atau layanan, meja dan kursi untuk costumer service, dan sebagainya.


Seberapa besar meja resepsionis di ruangan front office, dan harus seperti apa warnanya, mengapa?
Tidak ada batasan khusus tentang warna meja maupun besar meja. Hal terutama yang penting adalah meja bisa digunakan dengan nyaman oleh resepsionis maupun pengunjung, memiliki bentuk yang menunjang atau cukup baik dalam mempresentasikan sebuah perusahaan. Warna untuk meja bisa apa saja, terutama warna yang dikaitkan dengan logo atau image perusahaan.

Pada front office kantor-kantor dewasa ini, besar maupun bentuk meja resepsionis ditentukan oleh desain keseluruhan dari ruang atau lobi yang pertama kali dikunjungi oleh pengunjung. Kita tentunya sering melihat meja resepsionis yang unik, sesuai dengan logo perusahaan yang kita datangi.


Berapa luas ideal front office, mengapa?
Luas ideal minimum dalam arsitektur dan interior, adalah batasan dari sebuah ruang yang akan terasa nyaman bila digunakan. Hal ini berkaitan dengan ukuran tubuh manusia dan berapa luas ruang yang nyaman untuknya.

Luas ideal front office ditentukan oleh berapa jumlah pengunjung, letak perabot atau benda-benda dalam interior. Luas idealnya tentunya adalah hasil perhitungan dari banyaknya orang yang bisa ditampung, aktivitas apa saja yang ada didalamnya, berapa luas ruang yang dibutuhkan untuk aktivitas tersebut, dan berbagai faktor lainnya. Luas ideal tentunya dipengaruhi oleh jumlah pengguna ruang front office, aktivitas apa yang dilakukan didalamnya (berdiri, duduk, berbincang, berjalan), dan gabungan berbagai pertimbangan lain.

Apakah ada pertimbangan dalam memilih warna keramik lantai?
Tidak hanya warna keramik, warna ruangan juga berpengaruh pada kesan interior dan persepsi pengunjung. Warna yang digunakan harus disesuaikan dengan tingkat kenyamanan, image, dan hal lainnya. Warna yang sering digunakan untuk front office biasanya adalah warna-warna netral seperti krem, putih, abu-abu, warna kayu, dan sebagainya.

Warna-warna netral, dipadukan dengan pencahayaan yang hangat, bisa memunculkan suasana nyaman dan rileks. Contoh dari suasana nyaman ini, misalnya lobi hotel atau bank dengan warna krem dan cahaya lampu sorot berwarna kuning hangat.


Mengapa perusahaan harus memperindah front office?
Front office adalah tempat dimana pengunjung berinteraksi dengan perusahaan melalui layanan. Kesan yang baik dari front office dapat membantu perusahaan menanamkan kesan baik pula dalam benak pengunjung. 



Pada saat ini, seperti apa tren desain front office di indonesia?
Desain front office pada perusahaan-perusahaan besar saat ini biasanya dihubungkan dengan kesan modern yang didukung oleh tren gaya modern 'minimalis' yang sedang berkembang. Hal ini karena pada dasarnya desain interior sebagai bagian dari arsitektur juga memiliki tren yang sama dan saling mendukung.

Warna-warna netral, pemakaian bahan-bahan berkesan hi-tec seperti kaca, logam, aluminium, cladding, dan bahan material modern sangat mendominiasi tren. Ini bisa dimaklumi sebagai upaya memperlihatkan kemajuan perusahaan dengan menghubungkannya dengan image pembaharuan dan modernitas. 



________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Monday, March 9, 2009

Konsultasi rumah gratis: Desain rumah di lahan 3,7x9 m2 (menyempit kebelakang)

Saya punya tanah ukuran 3,7x9 m. Saya ingin membangun rumah diatasnya dua lantai. Lantai pertama ruang tamu, dapur, ruang makan, kamar mandi. dan lantai 2 ada ruang santai untuk TV dan satu kamar tidur. Mohon bantuannya untuk mendesain agar rumah yang akan saya bangun nanti kelihatan luas. Terima kasih atas bantuannya.


Pertanyaan selengkapnya:

Nama: Feri Lestiono
Alamat: Cepokomulyo Kepanjen Malang Jawa Timur
Pekerjaan: Staff Tata Usaha SMP

Pertanyaan/ keinginan:: Saya punya tanah ukuran 3,7x9 m. Saya ingin membangun rumah diatasnya dua lantai. Lantai pertama ruang tamu, dapur, ruang makan, kamar mandi. dan lantai 2 ada ruang santai untuk TV dan satu kamar tidur. Mohon bantuannya untuk mendesain agar rumah yang akan saya bangun nanti kelihatan luas. Terima kasih atas bantuannya.


Jawaban:

Dear pak Feri Lestiono,
Membangun rumah dilahan yang menyempit memang kurang menguntungkan. Salah satu cara agar rumah tetap terasa lapang adalah dengan membuka/ tidak menyekat ruang-ruang yang bisa disatukan, seperti ruang tamu dan ruang keluarga/ruang makan.



Semua kebutuhan ruang pak Feri sudah saya masukkan didalam desain ini, semoga membantu Bapak dalam inspirasi pembangunannya.

Salam

Probo Hindarto

____________

Pertanyaan dan Jawaban ini sudah dimuat di berbagai koran di Indonesia yang terhubung dengan PERSDA: sebuah grup Kompas Gramedia. Desain ini dibuat dengan teknologi dan desain sederhana, dan belum memenuhi spesifikasi gambar kerja, namun dapat digunakan untuk berkonsultasi/komunikasi dengan arsitek Anda, kontraktor atau tukang. Bila Anda tertarik, bisa berkonsultasi dengan astudio untuk meningkatkan desain ini. 



Konsultasi ini dimuat di:



Jawa: Tribun Jabar
Sumatera: Sriwijaya post, Palembang
Riau: Tribun Pekanbaru
Batam: Tribun Batam
Kalimantan: Bajarmasin Post di Kalsel
Tribun Kaltim
Tribun pontianak, di kalbar
Sulawesi:Tribun Timur di Makassar.


Serambi indonsia di di Banda aceh dan Pos Kupang di NTT


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Sunday, March 1, 2009

Arsitektur hijau dalam desain rumah - artikel di koran Sindo

Valley pool villa at Komeneka Resort BaliBeberapa artikel saya mengulas tentang arsitektur yang 'hijau' dan berbagai cara mencapainya. Arsitektur hijau ini selaras konsepnya dengan arsitektur tropis yang berkembang saat ini, dipadukan dengan nuansa arsitektur modern dalam pemakaian material dan bahan baru. Dalam artikel ini saya menyertakan artikel dalam koran Sindo dimana artikel ini berkaitan dengan artikel saya tentang konsep arsitektur tropis untuk rumah tinggal.

Konsep rumah tropis adalah memperhatikan iklim tropis dalam mendesain rumah, dan tidak harus menggunakan bahan material yang tidak melalui proses fabrikasi. Namun biasanya konsep ini memang dekat dengan konsep arsitektur tradisional, karena arsitektur lokal bangsa kita sudah mengenal arsitektur tropis ini dengan baik.

Pemilihan material yang 'green' atau hijau, tidak melulu pada material yang didapatkan langsung dari alam, namun lebih kepada material bangunan yang dalam proses mendapatkannya tidak banyak menghasilkan limbah, misalnya. Selain itu material yang 'green' juga pada kemudahan mendapatkan material itu dalam skala lokal. Misalnya disuatu tempat terdapat banyak bata murah, maka akan lebih 'green' daripada mendatangkan material kayu melalui proses memindahkan (transport) dengan kendaraan yang menghasilkan banyak polusi. Cara-cara lain seperti menggunakan material bekas juga merupakan cara menjadi lebih 'hijau'.


dalam koran sindo 1 Maret 2009
SERBA KAYU: Banyak elemen yang bisa mewakili alam dalam rumah Anda, misalnya kayu. Supaya hunian terasa lebih alami, furnitur yang dipilih diusahakan menggunakan material kayu.

Valley pool villa at Komeneka Resort Bali
Contoh desain ramah lingkungan mengggunakan material lokal


JIKAAnda hendak membangun rumah,meredekorasi sebagian ataupun membangun ulang,mungkin Anda bisa mempertimbangkan desain hunian yang ramah lingkungan atau green architectural house.

Sebenarnya konsep rumah ramah lingkungan sama dengan konsep rumah alam atau natural. Penggunaan bahan-bahan material seperti kayu atau bambu bisa menjadi sangat kental. ”Untuk membangun rumah ramah lingkungan bisa dimulai dari atapnya. Anda bisa menggunakan atap matahari sehingga mengurangi pemakaian listrik,”ujar arsitek Andi Haryadi.

Anda dapat menggunakan panel surya pada atap rumah dengan menggunakan teknologi yang disebut thin filmtriple-junction amorphous silicon. Sel surya ini dibentuk seperti genteng dan dapat dipasang seperti genteng pada umumnya, kemudian dipasangkan sebagai sumber tenaga rumah Anda. Material apa saja yang sebenarnya ramah untuk pembangunan rumah? Menurut arsitek Probo Hindarto di website-nya, material yang ramah lingkungan memiliki beberapa syarat.

Syarat pertama adalah, material tidak beracun,baik sebelum maupun setelah digunakan.Selanjutnya,dapat menghubungkan kita dengan alam. Maksudnya, dapat lebih mendekatkan Anda dengan alam karena kesan alami dari bahan material tersebut.Misalnya batu bata akan mengingatkan Anda pada tanah,kayu,dan pepohonan. Selain itu, bahan materialnya pun bisa mudah terurai secara alami. ”Material yang masuk pada kriteria di atas di antaranya adalah batu bata,semen, batu alam, keramik lokal, kayu, dan sebagainya,” kata Probo.

Pemilihan material lantai, misalnya. Anda dapat memilih material yang bisa direcycle. ”Bambu juga bisa dijadikan lantai yang ramah lingkungan. Atau jika ingin menggunakan kayu, kayu oak sangat kuat dan tahan lama,”sebut Andi. Apabila Anda hendak melapisi lantai dengan karpet, saat ini sudah ada karpet yang menggunakan bahan yang bisa direcycle. Untuk furnitur pun Anda bisa memilih yang ramah lingkungan. Misalnya Anda ingin membeli kursi kayu.Pastikan Anda membeli pada perusahaan yang melakukan tebang-tanam kembali.

Anda bisa melakukan pencarian di internet sebelum memutuskan membeli sesuatu. Dapur yang merupakan ruang teraktif adalah tempat yang paling membutuhkan perhatian saat Anda ingin mendesain rumahdengankonsepramahlingkungan.” Letakkan saja tanaman herbal dalam pot pada salah satu sudut ruangan dapur Anda.Jadi kesan naturalnya lebih terasa,”saran Andi.

Untuk kamar tidur, sebagai pengganti air conditioner atau AC,Anda bisa memasang jendela besar yang akan memberi sirkulasi udara pada kamar tersebut. Jangan lupakan lubang ventilasi tambahan di atas jendela itu. Hal yang sama juga berlaku di ruang tamu serta ruang-ruang lainnya di rumah Anda. Dengan begitu, Anda bisa lebih hemat energi. ”Jika Anda memang ingin menggunakan konsep hunian ramah lingkungan, sebenarnya mudah saja. Anda tidak membutuhkan barang-barang baru.Anda bisa menggunakan barang-barang lama dan memodifikasinya sendiri,”papar Andi.

”Contohnya,jika Anda memiliki barang yang rusak, seperti sepeda ataupun alat elektronik,Anda bisa membuatnya menjadi sebuah pajangan cantik.Modalnya hanya kreativitas. Dengan begitu, ’sampah’ tersebut bisa kembali berguna untuk Anda,” sebutnya.(shari soebijanto) 



________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.