Friday, September 11, 2009

Beberapa aspek tentang TERAS. Bagaimana teras yang baik itu?

astudioarchitect.com Pertanyaan-pertanyaan ini diberikan oleh mbak Inda dari Seputar Indonesia (Sindo) pada saya yang menanyakan berbagai aspek tentang teras yang baik. Teras adalah bagian rumah yang cukup penting dalam kebudayaan kita yang ramah dan terbuka. Teras menjadi bagian penting dari rumah, seperti halnya dalam rumah-rumah tradisional. Teras bisa dipakai menerima tamu sementara, duduk-duduk bersama keluarga, teman atau kerabat, bahkan menjadi elemen estetika dan keindahan dalam rumah kita. Oh ya, karena saya waktu menjawab agak bersemangat, jadinya artikel ini memuat sebagian dulu dari pertanyaan-pertanyaannya, karena bila semua dimuat disini akan terlalu panjang (^^;)`

These questions provided by Inda from Seputar Indonesia Newspaper (Sindo) asking me about the various aspects of a good terrace. Terrace is part of the house which is important in our friendly and open minded culture. Terrace became an important part of the house, just as in traditional houses. Terrace could be used as the reception, sitting with family, friends or relatives, even the elements of aesthetics and beauty in our homes.

- Rasanya hampir tidak ada rumah yang tidak berteras; sementara rumah yang tak berhalaman sih saya rasa banyak ya, terutama di kota (jika pernyataan ini salah mohon dikoreksi). Nah, apakah keterkaitan (ataupun perbedaan-perbedaan) antara teras dan halaman pada sebuah rumah? Almost all houses are with terrace, while there are also houses with no front yard, especially in the city (CMIIW). Well, what is the linkages (or differences) between terrace and yard of a house?     


Perbedaan teras dan halaman terutama pada fungsinya. Sebuah teras adalah ruang peralihan antara 'luar' dan 'dalam', Biasanya memang sangat diperlukan, terutama karena adakalanya penghuni rumah tidak nyaman untuk mempersilahkan sembarang orang masuk dalam rumah. Teras juga bisa dipakai untuk menerima tamu, karena kadang kadang kita menyukai suasana teras yang nyaman, antara diluar dan didalam rumah. Tentunya karena suasana ruang yang ada lebih terasa sejuk, terasa semilir anginnya.

Halaman rumah adalah termasuk ruang luar, jadi perannya berbeda dengan teras. Di halaman, biasanya tidak terdapat tempat duduk. Mungkin hanya kursi taman. Halaman juga lebih berfungsi sebagai taman. 




The differences between terraces and yards, especially is on the function. A terrace is a transitional space between the 'outside' and 'inside', usually it is necessary, especially because there are times when residents are not comfortable for everyone to go inside the house. Terrace can also be used to receive guests, because sometimes we like the cozy atmosphere of the terrace, between outside and inside the house. Of course, because the atmosphere there is cooler, and the wind is breezy.

Front yard is included outside, so its role is different from the terrace. In the frontyard, there is usually no place to sit. Maybe just lawn chairs. This yard is also more functional as a garden. 

- Saya membaca artikel Anda tentang teras di astudioarchitect.com perihal teras yang baik dan nyaman. Pertanyaan saya: elemen apa saja yang sebaiknya ada pada sebuah teras? I read your article about terraces in astudioarchitect.com, about good and comfortable terrace. My question: what elements should be there on a terrace?

Elemen dalam desain teras, terdiri dari elemen bangunan (desain) dan elemen alami. Elemen bangunan misalnya seperti desain ruang teras, misalnya, bentuk atap teras, pilar penyangga teras, dan hal hal lainnya seputar desain di area teras. Misalnya seperti bentuk jendela. Tentunya akan teradapat perbedaan bila kita berada atau melihat jendela bergaya mediterania dan jendela bergaya minimalis. Disamping itu elemen lain seperti pemilihan keramik atau ubin lantai, juga berpengaruh.

DSCF0008.JPG

Elemen alami yang saya maksudkan adalah unsur alami seperti tanaman hias, udara, serta pemandangan sekitar yang berkaitan dengan taman dan penataannya. Elemen alam ini merupakan elemen penting untuk sebuah ruang peralihan seperti teras, karena disini kita merasakan suasana segar karena adanya pohon pohon, tanaman, dan sebagainya. 

Elements in the design of the terrace, consisting of elements of the building (design) and the natural elements. Building elements such as the design of terrace space, for example, forms the roof terrace, the pillars supporting the porch, and that other thing about the design of the patio area. For example such as shape of the window. There would have been different if we look at the window of Mediterranean style and minimalist style window. Besides, other elements such as selection of ceramic or tile floor, also influential.

Natural elements that I mean is the natural elements such as ornamental plants, air, and the scenery around the garden and related to the setting. This natural element is an important element for a transitional space such as terraces, because here we feel the fresh air because of the trees, plants, and so on. 

- Tanaman apa saja yang dipertimbangkan baik untuk diletakkan di teras? What kind of Plants are considered suitable to put on the terrace?

Jenis tanaman yang sesuai untuk diletakkan di area teras biasanya adalah tanaman dalam pot, seperti Anthurium. Tanaman dalam pot lainnya juga akan sangat membantu membuat teras lebih asri. Belakangan, tanaman buah dan obat juga merupakan pilihan yang bijak. Tanaman pohon peneduh juga sangat baik ditanam disekitar area teras untuk membantu menyejukkan suasana teras. 

Plants that are suitable for placing on the terrace area is usually a potted plant, such as Anthurium. Other potted plants will also help create a more beautiful terrace. Later, fruits and medicinal plants is also a wise choice. Plant shade trees are also very well planted around the patio area to help cooling the atmosphere of the terrace. 

- Apa saja yang perlu dipertimbangkan saat mendesain teras rumah? What should be considered when designing the terrace?

Dalam mendesain teras, hal yang perlu diperhatikan adalah fungsi teras. Teras yang baik, adalah teras yang nyaman, dalam arti ia bisa digunakan secara nyaman untuk duduk, atau menunggu, atau mengobrol. Bila ada teras yang baik, tentunya ada teras yang kurang baik. Teras yang kurang baik misalnya seperti teras yang terlalu kecil (padahal rumahnya besar), atau teras yang tidak nyaman, misalnya lantainya miring, atau mungkin teras yang secara visual terlalu terekspos, misalnya bila teras rumah terlihat dengan sangat jelas dari jalan, biasanya ada rasa tidak nyaman duduk disana karena terlihat orang yang lalu lalang. 

In designing terrace, things to note is the function of the terrace. A good terrace, is a comfortable terrace, in the sense that it can be comfortably used to sit, or wait, or chat. If there are good kind of terrace, There are also terraces which are less good. Terraces that are less good is  too small (compared to a large house), or a porch that is not comfortable, such as sloping floors, or perhaps visually exposed terrace, for example, when the terrace is clearly visible from the street, there is usually an uncomfortable sense of sitting there because it seemed to people passing by.



________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Monday, September 7, 2009

Model dan letak tangga yang baik

astudioarchitect.com Sebelumnya, saya ingin mengingatkan pembaca yang mendapatkan update via facebook, bila ingin membaca seluruh artikel ini, Anda bisa masuk dulu ke posting update dan klik 'Baca artikel Seluruhnya" di bagian bawah :)

Tangga, adalah alat untuk menghubungkan antara satu lantai dengan lantai lainnya, bila Anda tidak punya lift dirumah.. hehehe... Keberadaan tangga menjadi penting karena sekarang, seiring dengan makin terbatasnya lahan di perkotaan, pada akhirnya orang lebih memilih meningkat rumah daripada membeli lahan, selain karena harga dan ketersediaan lahan, karena pada kasus tertentu seperti lahan yang harganya mahal, membangun secara vertikal (ditingkat) lebih ekonomis daripada membangun secara horizontal. Artikel ini dibuat berdasarkan wawancara saya dengan koran Seputar Indonesia / Sindo pada Juli lalu.


DALAM KORAN SEPUTAR INDONESIA / SINDO
JIKA Anda memiliki rumah bertingkat,keberadaan tangga tentu dibutuhkan untuk menggabungkan lantai atas dan bawah. 
Model Tangga apakah yang paling tepat digunakan?

Menurut arsitek Probo Hindarto, alasan orang memiliki rumah bertingkat dua atau lebih dewasa ini adalah karena semakin berkurangnya lahan serta bertambah mahalnya harga tanah. Pada masa mendatang, orang akan cenderung mendesain rumah mereka secara vertikal.

"Tangga merupakan salah satu elemen yang vital di dalam rumah jenis vertikal karena keberadaannya akan memakan tempat dari ruangan yang sempit. Karena itu, Anda harus benar-benar tepat dalam mendesainnya," kata Probo.

Fungsi tangga secara umum adalah alat untuk menghubungkan setiap lantai. Bentuk tangga juga beragam. Ada tangga berbentuk huruf L, U, ada pula yang bentuknya melingkar seperti di bangunan-bangunan kerajaan.

"Tangga yang sesuai untuk interior biasanya yang memiliki bentuk menarik dan dapat menunjang estetika di dalam rumah itu," tambah Probo.

Pada rumah tinggal kebanyakan, tangga berbentuk huruf U dan L sangatlah digemari. Ini disebabkan tangga jenis tersebut dapat dipadukan secara baik dengan denah dan struktur rumah yang pada umumnya berbentuk persegi empat.

Bentuk tangga juga bisa menjadi pertimbangan untuk menentukan lokasi peletakan tangga tersebut. Tangga jenis melingkar, misalnya. Butuh trik khusus untuk meletakkan tangga jenis ini. Lantaran bentuknya yang cukup besar, sebaiknya tangga jenis ini diletakkan pada space khusus di ruangan yang cukup luas. Tangga memiliki beberapa bagian.

Ada ibu tangga atau string; bagian tersebut termasuk konstruksi utama tangga yang memegang anak tangga dan dapat menjadi bagian yang terpisah ataupun menyatu dengan konstruksi bangunan. Bagian kedua adalah anak tangga, yaitu bagian tempat untuk kaki berpijak. Ketiga adalah pegangan tangga atau railing, sering pula disebut handrail.

Bagian ini merupakan tempat bertumpunya tangan saat Anda menggunakan tangga. Pagar tangga atau baluster adalah bagian yang menghubungkan ibu tangga dengan railing, serta berfungsi sebagai pagar pengaman. Bagian terakhir adalah bordes yang merupakan tempat kita beristirahat saat menaiki tangga. Biasanya bordes memiliki bentuk pelat datar.

"Saat membangun sebuah tangga, ada dua faktor yang harus diperhatikan. Pertama, faktor keamanan. Bagaimanakah konstruksi tangga tersebut? Kekuatan dan kemampuannya menahan beban berat bagaimana? Faktor lain yang harus diperhatikan adalah kenyamanan. Yang termasuk di dalamnya, antara lain, pemilihan material yang digunakan dan bagaimana finishing-nya," beber arsitek Emil Husada.

Untuk faktor kenyamanan, tinggi tangga biasanya berkisar antara 15-18 cm dan lebar minimal 20 cm. Perhatikan pula tingkat kelandaian atau kecuraman tangga. Bagian anak tangga sebaiknya diberi nosing yang berfungsi sebagai antislip.

Bahan nosing sekarang sudah bermacam-macam, ada yang terbuat dari karet, aluminium, kayu,dan keramik.Anti slip ini juga bisa menjaga agar pinggiran atau tepi anak tangga tidak sampai melukai penggunanya. Material yang dapat digunakan untuk membangun tangga juga banyak dan beragam. Ada beton bertulang, kayu, ataupun baja.

Namun, konstruksi yang paling lazim digunakan di sini adalah konstruksi beton bertulang karena cukup mudah dan sesuai untuk dikombinasikan dengan konstruksi rumah pada umumnya, yang juga menggunakan beton bertulang. (Koran SI/Koran SI/nsa)

Sunroom: Stairs with Ceiling Visible


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Saturday, September 5, 2009

Taman Relief. Indah hijau bersemi laksana alam asri :)

astudioarchitect.com Artikel ini tentang taman relief dari hasil wawancara saya... lagi-lagi dengan koran Sindo (^^,)> yaitu taman yang dibuat dengan semen pada dinding rumah, biasanya pada dinding bagian belakang rumah, depan atau samping. Tujuannya, untuk mendapatkan taman yang bernuansa alami dan menyejukkan mata. Taman relief ini cukup populer di tahun 80an dan 90an, bahkan hingga sekarang masih banyak yang menggemarinya. Tukang pembuat taman jenis ini biasanya khusus. Bila dahulu mereka membuat taman relief yang benar-benar berkesan seperti tebing sungguhan, saat ini, saya menjumpai banyak pembuat taman relief memasukkan unsur-unsur geometris seperti kotak-kotak dan menggunakan lebih banyak variasi batuan atau bahkan keramik. Namun pada dasarnya keahlian yang dibutuhkan untuk membuat taman seperti ini memang khusus. Pertanyaan-pertanyaan ini diajukan oleh mas Herman dari Koran Seputar Indonesia.


1. menurut anda apa yang disebut dengan relief pada taman ? 
Relief adalah permukaan yang tidak rata yang biasanya merupakan bentuk tertentu seperti halnya patung. Taman relief adalah trend taman pernah booming dan mungkin saat ini masih banyak juga orang yang menggunakannya karena menggemari jenis taman tersebut. Bentuknya biasanya meniru bentuk-bentuk alami seperti tebing dengan ceruk-ceruk, air terjun, serta batuan dan tanaman. Bagian paling menonjol adalah dinding yang dibuat menyerupai tebing tersebut. Relief pada taman berarti dinding di belakang taman yang menyerupai bentukan alami tersebut. Relief juga dibuat pada kolam ikan, sehingga terlihat lebih alami.
2. disain yang sedang menjadi trend pada relief taman saat ini seperti apa ?
Taman relief saat ini memang sudah agak jarang dibuat, karena trend saat ini yang berkembang adalah taman rumah dengan trend minimalis. Dimana bentukan taman relief yang tidak beraturan dirasa kurang sesuai dengan tema gaya minimalis yang diaplikasikan pada rumah tinggal. Kalaupun menggunakan bentukan yang alami seperti tebing-tebing dengan ceruk-ceruknya, biasanya dipadukan dengan frame bentuk-bentuk geometris seperti kotak dan kubus yang sering muncul dalam disain gaya minimalis. 
3. Apa manfaat dan kegunaan relief pada taman?


Relief pada taman biasanya digunakan dibuat untuk meniru kesan alami dari obyek-obyek di alam seperti air terjun, tebing batuan, biasanya diberi tempat untuk tumbuhnya tanaman dalam penataan yang tidak punya aturan khusus. Gunanya tentu saja agar menghadirkan kesan dari unsur alami untuk menyegarkan pikiran. Fungsi rekreatifnya akan menjadi lebih baik bila dipadukan dengan unsur air mancur, air terjun, atau kolam ikan yang segar.
4. Bagaimana cara membuat relief pada taman?
Relief taman biasanya dibuat dengan bahan dasar batuan, pasir dan semen. Cara pembuatannya biasanya dikerjakan oleh tukang khusus yang memiliki kepekaan seni yang tinggi. Biasanya tukang seperti ini harus sudah terlatih dengan banyak membuat relief taman sebelumnya. Relief taman dibuat dengan membuat rangka dari besi dan kawat untuk menahan keseluruhan konstruksi relief kemudian ditutup dengan campuran pasir dan campuran semen, dibentuk menjadi bentukan yang diinginkan. Dinding yang sudah dibentuk kemudian dicat atau ditempeli dengan batuan-batuan. Batuan yang besar biasanya diletakkan sebagai elemen pelengkap dan ditanam dalam campuran semen tersebut. 
5. Jenis-jenis pohon apa saja yang cocok ditempatkan pada relief pada taman ?
Umumnya tanaman yang dipakai adalah jenis-jenis tanaman perdu, tanaman air, serta tanaman hias yang tidak terlalu besar seperti palem, kamboja, kastuba dsb. Untuk mengisi ceruk-ceruk berisi tanah pada dinding relief kita bisa menggunakan tumbuhan bunga beraneka warna seperti mawar dan melati. 
6. Bagaimana memperindah relief pada taman?
Sesuai dengan bentukan-bentukan yang biasa didapati pada jenis taman ini, ukuran indah tidaknya taman relief biasanya ditentukan oleh kemiripannya dengan obyek alam seperti tebing batuan, air terjun dsb. Karena itu bila kita memutuskan untuk membuat taman relief seperti ini tingkat kemahiran tukang dan cita rasa seni sangat dibutuhkan untuk memperindah relief kita juga bisa menggunakan jenis tanaman yang bervariasi serta sesuai dengan bentuk taman tersebut dan jangan lupa untuk merawat relief dan tanaman-tanamannya, sehingga kesegarannya terjaga. Hal ini karena pada dasarnya taman ini lebih susah dirawat daripada taman bergaya minimalis yang lebih simpel.



________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Thursday, September 3, 2009

Plafon dalam desain interior. Material dan desainnya

astudioarchitect.com Ada beberapa pertanyaan yang diberikan pada saya oleh mbak Inggrid dari Koran Seputar Indonesia (Sindo) beberapa waktu lalu, mungkin sekitar awal Agustus 2009, dan artikel tentang plafon ini juga sudah dimuat di Koran Sindo beberapa waktu lalu. Pertanyaan seputar plafon untuk rumah, bagaimana plafon yang baik, macam-macam bahan untuk plafon, dan sebagainya. Pertanyaan: 1. bisa disebutkan apa saja fungsi dari plafon? Fungsi plafon terutama untuk membatasi antara ruang atap dan ruang yang kita gunakan sehari-hari dibawahnya. Plafon juga berfungsi menutupi berbagai "kekacauan" dibawah atap seperti simpang siurnya konstruksi dan penutup atap, kabel-kabel, pipa mechanical dan electrical, dan sebagainya. Plafon juga berfungsi menjadi penahan panas dari atap agar tidak jatuh langsung di ruang bawahnya. Belakangan, plafon juga berfungsi menambah unsur keindahan dalam ruangan, karena bisa dibuat dengan berbagai model plafon.


2. apakah terdapat ketentuan dalam pemasangan plafon untuk sebuah rumah?

Ketentuan utama, tentunya faktor keselamatan penghuni, dimana plafon harus dibuat dengan mempertimbangkan unsur material dan konstruksi yang memadai, dalam arti kuat, tidak mudah roboh.

3. bisa disebutkan ragam jenis atau desain-desain dari plafon untuk sebuah rumah? dan desain mana yang lebih banyak dipakai, mengapa?

Pada dasarnya plafon dengan material seperti gypsum bisa dibentuk dengan berbagai macam desain, yang paling populer adalah drop ceiling, yaitu perbedaan ketinggian plafon, seperti bagian pinggir lebih rendah levelnya, model bertumpuk-tumpuk, dan sebagainya.

4. bahan apa saja yang bisa digunakan untuk plafon?

Material yang bisa digunakan antara lain material asbes, tripleks, gymsum board, dan cement board. Material asbes tidak disarankan lagi digunakan karena sifat bahan yang karsinogenik (bisa menimbulkan kangker). Tripleks mudah didapatkan, namun sifatnya yang mudah terbakar juga harus menjadi pertimbangan. Material yang aman digunakan adalah plafon gypsum dan papan semen (GRC board).

Orang-orang jaman dahulu juga sering menggunakan anyaman bambu untuk penutup plafon. Jaman sekarang, material yang lebih bervariasi juga ada, seperti bahan fiber glass.

Untuk rangka, bila memakai material asbes atau kayu sebagai penutup, kita bisa menggunakan rangka kayu. Bila menggunakan penutup gypsum atau cement board, kita bisa menggunakan rangka alumunium.

5. apakah ada pemilihan warna tertentu untuk memasang plafon? (misal warna plafon terang, cocok untuk ruangan sempit)

Betul, plafon yang baik tentunya harus dibuat dengan desain yang memadai dan sesuai untuk sebuah ruangan, misalnya dibuat tidak dengan standar plafon yang datar datar saja, kita juga bisa membuat plafon model drop ceiling, dengan bentuk desain yang bermacam macam. Misalnya bagian pinggir plafon dibuat turun sedikit, dbahkan dibuat seperti relief, juga memungkinkan sehingga membentuk desain tertentu seperti kesan lingkaran melayang, kotak melayang, dan sebagainya.

Warna cat plafon juga bisa mempengaruhi kesan ruangan yang dimaksud. Cat plafon bisa mempengaruhi kesan ruangan, menjadi terkesan makin pendek, atau makin tinggi. Plafon dengan warna gelap cenderung menjadikan ruangan terlihat makin pendek, sedangkan plafon warna terang akan menjadikan ruangan terlihat makin tinggi.

Warna yang digunakan, sebaiknya disesuaikan dengan warna tembok dan cat lainnya. Biasanya warna paling 'aman' untuk digunakan adalah warna-warna natural seperti krem dan putih. Untuk suasana tertentu seperti suasana kafe yang gelap dan intim, kita bisa menggunakan warna hitam atau warna gelap lainnya digabungkan dengan pencahayaan yang menarik.

6. apakah benar, pemilihan bahan plafon papan semen lebih bagus dari bahan lainnya?

Plafon bahan GRC board atau papan semen memang cukup baik kualitasnya, kuat karena berbahan dasar semen yang kuat berdasarkan standar konstruksi seperti SNI. Namun bahan gypsum lebih populer untuk dibentuk dengan berbagai macam desain. Kayu/ tripleks juga bisa menimbulkan suasana yang lebih alami. Pendeknya, masing2 bahan memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

7. apakah setiap pemasangan plafon hanya berfungsi sebagai pemanis ruangan saja?

Tidak, plafon tidak hanya berfungsi mempermanis ruangan. Kembali lagi pada fungsi plafon sebagai pembatas antara ruang atap dan ruang kita hidup dibawahnya. Plafon biasanya dapat menutupi ruang dibawah atap, karena semrawut akibat terlihatnya rangka atap seperti rangka baja ringan. Namun bila ingin mengekspos konstruksi atap, misalnya, juga tidak masalah.

8. berikan beberapa tips dalam pemasangan plafon di dalam rumah?

Gunakan jenis material yang sesuai budget, dan bila ada dana lebih, bentuk plafon bisa dibuat sedemikian rupa sehingga menunjang desain interior. Sesuaikan bentuk plafon dengan tema ruangan Anda, misalnya bila menggunakan gaya klasik atau Mediterania, sangat sesuai menggunakan permainan lis plafon karena dapat memperindah ruangan. Bentuk bentuk geometris dalam desain plafon juga menambah estetika ruangan dengan tema gaya minimalis.

Plafon dengan desain yang bermacam-macam juga bisa digabungkan dengan unsur pencahayaan yang menarik pula. Kita bisa menanamkan lampu didalam gypsum sehingga terkesan ada cahaya keluar dari plafon membentuk estetika desain interior yang menarik dan atraktif. Jenis pencahayaan yang 'keluar' dari plafon juga bisa menggunakan lampu spotlight, lampu tersembunyi (hidden), atau general lighting.


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Wednesday, September 2, 2009

Tips menata apartemen: masukkan unsur material alami - wawancara dalam koran Sindo

astudioarchitect.com Berbincang tentang penataan apartemen, apa yang perlu diperhatikan saat mendesain interior apartemen? Tentunya tidak sama dengan menata rumah, karena pada dasarnya menata interior apartemen itu mirip seperti menata interior setelah membeli rumah di perumahan. Ruang-ruang sudah ditentukan letak dan ukurannya, sehingga yang bisa kita lakukan adalah mengoptimalkan penggunaan ruang dengan berbagai trik khusus. Pada artikel ini, wawancara dengan koran Sindo yang melibatkan saya, Arimbi Putera (ahli pertamanan), dan Imelda Akmal (Interior books writer). Saya tidak tahu bahwa wawancara dilakukan dengan kedua tokoh tersebut, mengingat saya adalah fans berat mbak Imelda Akmal :)

Living room with the off white couch cover




Talking about apartment interior design, what to keep in mind when designing an interior design of apartment? Surely not the same as arranging a house, because basically interior of an apartment is a bit like arranging the interior after buying a house on an estate. The rooms has been determined by size, so that what we can do is to optimize the use of rooms with a variety of special tricks. In this article, newspaper Sindo interviewed me, Arimbi Putera (landscaping expert), and Imelda Akmal (Interior books writer). I do not know that the interviews conducted me with both these figures, considering I was a big fan of Imelda Akmal. I still remember, it was an afternoon when the newspaper reporter of Seputar Indonesia (Sindo) called me to interview about the apartment setting. Actually I was not ready for the interview ... even though I've never ready for any interview either, considering I prefer to write than to talk :P But that's okay ... This time, the interview was about how to set up apartment interior, since apartments are very popular in big cities. 

Saya masih ingat, waktu itu sore hari ketika wartawan koran Seputar Indonesia (Sindo) menelepon saya untuk mewawancarai perihal penataan apartemen. Sebenarnya saya tidak ready untuk diwawancara... meskipun sebenarnya saya juga tidak pernah ready untuk wawancara apapun, mengingat saya lebih suka menulis daripada berbicara :P Tapi tidak apa-apa... Wawancara kali ini seputar bagaimana menata apartemen, dimana keberadaan apartemen sudah sangat populer di kota besar.


DALAM KORAN SEPUTAR INDONESIA/ SINDO

JANGAN ragu untuk merombak total konsep hunian di dalam apartemen. Dengan sedikit kreasi, plus sokongan finansial, apartemen bisa disulap sesuai keinginan kita.

Bagi penduduk kota besar, apartemen menjadi pilihan terbaik untuk tempat tinggal. Pasalnya, untuk bisa mendapatkan lahan kosong ataupun rumah di tengah kota jelas tidak mudah. Selain lahan yang sudah semakin menipis, harganya pun selangit.Tak ayal, bisa membeli satu ruangan di bangunan apartemen menjadi sebuah kebahagiaan besar. Itu juga dengan harga yang tidak murah. Padahal, penghuni hanya bisa memiliki hak bangunan gedung, minus lahan dari bangunan tersebut.

BAKOKO Matsudo Mansion Japan

Sementara ruangan yang dimiliki umumnya mempunyai luas terbatas. Meskipun kita memiliki cukup uang, sebesar-besarnya ruangan apartemen yang bisa dimiliki tetap saja punya keterbatasan. Suatu keterbatasan yang cukup mengganggu dibandingkan dengan rumah konvensional. Mau tidak mau penghuni harus pintar mengakali bangunan yang dimilikinya itu.

Mereka harus bisa membuat desain interior yang membuat hunian jadi nyaman untuk ditempati. Sebab, ruangan apartemen fungsinya sama dengan rumah,meski memiliki banyak perbedaan.

"Jelas tidak sama. Menata apartemen memerlukan kelihaian penghuni untuk melakukan desain sesuai kehendaknya. Sebab, apartemen kan dibeli sudah jadi, tidak bisa dibangun semaunya," kata arsitek Probo Hindarto kepada Seputar Indonesia.

Menurut Probo, mendesain sesuatu yang sudah jadi jelas lebih sulit dibanding membuat sesuatu yang benar-benar baru. Untuk apartemen, penghuni tidak bisa mengubah bagian eksterior.Pasalnya, bagian itu memang sudah dibentuk oleh pengembang. Bagian tersebut memiliki kesatuan dengan eksterior lain di bangunan apartemen itu, sehingga yang bisa dilakukan penghuni adalah mengakali bagian lain yang bisa diolah.

"Yang paling bisa dibentuk oleh penghuni adalah bagian interiornya. Di sinilah penghuni bisa bermain-main dengan desain," cetusnya.

Probo menambahkan, untuk interior, penghuni patut memperhitungkan segi minimalis serta keefektifan dari interior yang diinginkan. Sebab, dalam apartemen, keterbatasan ruang menjadi persoalan paling utama. Tentu yang paling utama diperhatikan adalah masalah furnitur.Penghuni harus memilih furnitur yang memang tidak memakan ruang serta dapat memberikan kesan luas.

Apartment

"Sangat penting untuk mengakali bagian interior, terutama dalam pemilihan furnitur agar tidak memakan tempat terlalu banyak," tandasnya.

Selain itu, penghuni juga harus memilih material yang dapat membawa suasana nyaman. Menurutnya, satu hal yang paling sulit didapat penghuni apartemen adalah keasrian alam.Biasanya,ketiadaan lahan membuat penghuni sulit mempunyai taman pribadi. Padahal, adanya suasana alam dapat memberikan ketenangan bagi jiwa sekaligus perasaan nyaman.

"Penghuni bisa memilih material-material alam. Bisa dengan banyak menggunakan unsur kayu atau tanaman hias untuk indoor," sarannya.

Kehadiran tanaman indoor akan membuat hunian menjadi lebih sehat. Meningkatnya pencemaran lingkungan berdampak negatif pada kesehatan akibat banyak radikal bebas yang bisa membahayakan kesehatan manusia.Polutan merupakan zat yang dapat merugikan kesehatan manusia. Anda mungkin tidak dapat terhindar dari masalah tersebut, tetapi Anda bisa meredamnya dengan berbagai cara. Seperti makan makanan yang banyak mengandung antioksidan.

Cara lainnya adalah dengan meletakkan tanaman hias di dalam ruangan. "Tanaman indoor juga bisa membuat rumah kita jauh lebih fresh dan steril, bebas dari radikal bebas ataupun polusi," timpal desainer taman Arimbi Putera.

Ada beberapa jenis tanaman hias indoor yang bisa dijadikan pilihan, antara lain dracaena, firus, dan sansiviera. Namun, untuk membuat ruangan tetap sehat, patut diperhatikan bagaimana pemeliharaannya. Selain itu, terbatasnya ruang juga harus dimaksimalkan oleh penghuni. Seperti misalnya penggunaan sekat. Penggunaan sekat harus benar-benar efektif serta seminimalis mungkin.

"Bisa menggunakan sekat transparan ataupun produk kaca yang dapat menggantikan sekat," tukas Probo.

Sementara itu, arsitek Imelda Akmal mengatakan,pemilihan furnitur menjadi yang paling penting. Menurutnya, tidak perlu harus mengganti furnitur yang sudah ada,tapi yang perlu dilakukan adalah mengakali bentuknya.

"Dalam kondisi seperti itu, furnitur built in bisa menjadi solusi," ujar Imelda.

Furnitur built in adalah furnitur yang dibuat khusus seukuran dengan ruang yang ada agar terlihat rapi. Di samping itu, konsep built in juga memungkinkan penggunaan ruang secara maksimal karena memanfaatkan setiap jengkal ruang. Misalnya lemari pakaian built in dapat memanfaatkan lebar dan tinggi dinding hingga mencapai langit-langit, sehingga didapatlah ruang penyimpanan yang lebih besar.

"Lemari model built in tidak hanya untuk menyimpan pakaian, tetapi juga perlengkapan lain seperti seprei, selimut, tas, bahkan sepatu," kata Imelda, yang telah menerbitkan belasan buku tentang dunia arsitektur dan interior.

Selain itu, furnitur modular (wadah besar dengan berbagai ruang simpan) akan menghemat tempat untuk storage. Di bawah kursi ada lemari penyimpan sepatu atau majalah. Di bawah tempat tidur bisa diletakkan buku atau bendabenda yang mungkin memakan tempat.(Koran SI/Koran SI/nsa)




IN THE SINDO NEWSPAPER
DO NOT hesitate to change the concept of an apartment. With a little creativity, plus financial aid, an apartment can be transformed according to our wishes.

For big city dwellers, apartments become the best choice for a place to stay. The reason, in order to obtain vacant land or a house in the middle of the city certainly is not easy. In addition to areas that had been thinned out, the price is rising high. If one can buy an apartment building it is a big happiness. It is also the price which is not cheap. In fact, residents could only have the right of buildings, minus the land of the building.

While the rooms are generally in limited area. Although we have enough money, the maximum space that can be owned apartments still have limitations. A disturbing limitations compared with conventional houses. Dwellers inevitably have to outsmart the smart building that he or she owned.

They should be able to create interior designs that create a comfortable dwelling for occupancy. Therefore, the function of rooms inside apartment is the same with a house, despite a lot of difference.

"Obviously not the same. Arranging an apartment, the dwellers need ingenuity to design at will. For a flat bought ready-made, can not be built at will," said architect Probo Hindarto to Seputar Indonesia.

According to Probo, designing something that is already exist is obviously more difficult than making something totally new. For apartments, residents can not change the exterior. Because, part of it is already established by the developer. These sections have unity with other exterior apartment building, so that what residents can do is to outsmart the other parts.

"The most aspect can be formed by the residents is its interior. This is where residents can "play" with the design," he said.

Probo added that for the interior, residents should take into account the minimalist aspect as well as the effectiveness of the desired interior. Because, in an apartment, the limitations of space becomes the main issue. Of course the most important note is that the problem of choosing furnitures. The kind that would not take much space and can give wider impression of space.

"It is important to outsmart the interior, especially in the selection of furniture that does not take place too much," he said.

In addition, residents also need to select materials that can bring comfortable atmosphere. According to him, one of the most difficult thing to get is  the feeling of nature. Usually, lack of land makes residents difficult to have a private garden. In fact, the atmosphere can give peace to the soul and feeling comfortable.


"Residents can choose natural materials. Use the many varieties of wood elements or ornamental plants for indoors," he advised.

The presence of indoor plants will create a more healthy occupancy. Decreasing environmental pollution and affect occupant's health. Free radicals can harm the health human. Polutan substance that can harm human health. You may not be able to avoid these problems, but you can muffle a variety of ways. Like eating food that contains lots of antioxidants.


Another way is to put plants in the room. "Indoor plants can also make our homes much more fresh and sterile, free from pollution or free radicals," said landscape designer Arimbi Putera.

There are several types of indoor ornamental plants which can be options, such as Dracaena, firus, and sansiviera. However, to make room stay healthy, should be noted how maintenance. In addition, the limited space should also be maximized by the residents. Like for example the use of screens. Use insulation to be truly effective and seminimalis possible.

"It could use a transparent screen or glass product that can replace the screen," said Probo.


Meanwhile, Imelda Akmal said that furniture selection to be the most important aspect. According to her, we do not need to replace existing furniture, but that needs to be done is to outsmart the form.

"In such conditions, built in furniture can be a solution," said Imelda.

Built-in furniture is furniture made specifically with the size of the existing space to make it look neat. In addition, the concept of built-in also allows maximum use of space because the use of every inch of space. For example built in wardrobe could use the width and height of the wall until it reaches the ceiling, so that storage space can be greater.

"Built-in cabinet model not only for storing clothes, but also other equipment such as bed linens, blankets, bags, even shoes," said Imelda, who has published dozens of books on architecture and interior world.


In addition, modular furniture (large containers with a variety of space saving) will save a place for storage. Under the seat there is a shoe closet or magazine. Under the bed can put a book or things that may take place. (Koran SI / SI Newspapers / nsa)

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.