Friday, April 2, 2010

Candi Sewu dan Bangunan Arsitektur Agama Budha di Jawa Tengah / Sewu Temple and Buddhist buildings in Central Java

astudioarchitect.com Budaya arsitektur Indonesia, yang berakar dari nenek moyang adalah budaya arsitektur yang sangat kaya. Kualitas yang ditunjukkan leluhur kita sangat hebat dan setara dengan peradaban-peradaban besar dunia. Banyak penelitian sudah dilakukan pada arsitektur peninggalan masa lalu seperti candi-candi Jawa. Kali ini saya menemukan sebuah buku di Google Books karangan Jaques Dumarcay yang mengetengahkan penelitian yang dilakukannya pada candi Sewu dan candi-candi lain di Jawa Tengah.

Indonesian architectural culture, which stems from our ancestors is a very rich architectural culture. The quality of our ancestors shown very great and the equivalent of the great civilizations of the world. Many studies have been done on the architectural relics of the past such as the temples of Java. This time I found a book on Google Books Jaques Dumarcay essay describing research done on Sewu temple and other temples in Central Java.




Kutipan: Candi adalah bangunan keagamaan yang didirikan ratusan tahun yang lalu. Maka peminat dan peneliti utamanya terbatas kepada para ahli purbakala dan ahli sejarah. Itu pun kalau ahli purbakala itu mengkhususkan diri dalam bidang arkeologi klasik dan ahli sejarah dalam bidang sejarah kuno Indonesia. Dan kedua bidang ini yang ditekuni adalah terutama sekali rnasalah-masalah yang berkenaan dengan keagamaan, perlambangan seni arca serta seni hias, pertulisan kuno. dan berbagai hal lain dalam kerangka kajian filologi atau sejarah kebudayaan.

Jarang terlintas dalam pikiran bahwa candi adalah pertama-tama hasil ilmu bangunan dan seni bangunan. Didirikannya sebuah candi didahului oleh perencanaan konstruksi dan tata letak yang disertai perhitungan-perhitungan dan juga pengukuran yang amat cermat, baik berdasarkan ilmu maternatika maupun ilmu astronomi. Dibangunnya sebuah candi harus disertai penguasaan teknologi khusus dan keterampilan perundagian yang tidak dapat ditawar-tawar. OIeh karenanva, dalarn meneliti dan mempelajari seluk-beluk sebuah candi tidak dapat diabaikan setiap gejala teknis, betapa kecilnya juga, tiada bedanya bila menghadapi gejala arkeologi ataupun historis.

Excerpt: The temple is a religious building founded hundreds of years ago. It is primarily limited to enthusiasts and researchers to the archaeologist and historian. That is, if the archaeologist specializing in the field of classical archeology and historians of ancient history in Indonesia. And both are engaged in this field is particularly issues pertaining to religious symbolism and art decorative art statues, ancient writings and various other things in framework philological studies or cultural history.

Rarely comes to mind that the temples are the first result of building science and art buildings. Preceded by the establishment of a temple construction planning and layout which accompanied by calculations and also very careful measurements, whether based on mathematical science and astronomy. Construction of a temple should be accompanied by special technology and skill mastery that can not be bargained. Reflected in its cause, conducts research and learn the ins and outs of a temple can not be ignored from any technical symptoms, how small, too, there is no difference when dealing with archaeological or historical phenomenon.




Dalam buku ini penulisnya, Dr. J. Durnarçay, seorang teknikus kawakan yang telah puluhan tahun menggeluti masalah-masalah teknis candi-candi di Asia Tenggara—terutama di Kamboja dan Indonesia—telah berhasil mengungkapkan berbagai hal yang dalam ilmu purbakala dan sejarah selalu merangsang penelitian tetapi belum pernah terselesaikan secara tuntas. Misalnya saja: soal riwayat pembangunan sebuah candi beserta tahapan-tahapannya. Soal kronologi pembangunan candi-candi beserta kaitan budayanya. Soal pemakaian teknik bangunan beserta ukuran-ukuran dasamya, dan banyak lagi soal lainnya yang sifatnya teknis semata-mata.

Meskipun kajian teknis itu tidak selalu sesuai, bahkan ada kalanya bertentangan dengan hasil hasil yang diperoleh dari kajian arkeologi dan histori, tidak dapat dipungkiri bahwa pandangan teknis itu harus diperhitungkan dan disertakan dalam kajian kajian ulang nantinya yang bagaimanapun juga tetap diperlukan mengingat bahwa pengetahuan kita tentang candi masih sangat fragmentaris. Kajian teknis itu paling tidak merupakan tambahan kalau bukan pelengkap dan cara pendekatan yang sarnpai kini kita lakukan.

In of this book the author, Dr. J. Durnarçay, a veteran technologist who has decades of studying technical aspects of temples in Southeast Asia, especially in Cambodia and Indonesia-have succeeded in expressing a variety of things in archeology and history that are always stimulating research, but has never been completely resolved. For instance: about the history of the construction of a temple and its phase-step. About the chronology of development and its relation to temples culture. Problem use of building techniques and measures of its base, and many other questions that are purely technical in nature.

Although the technical study that was not always consistent, even occasionally in conflict with the results obtained from the study of archeology and history, can not be denied that the technical view must be taken into account and included in the review of studies which, however, will still need to be remembered that our knowledge about the temples are still very fragmentary. Technical study that is at least an additional, if not complementary, and the approach we do now.




________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Thursday, April 1, 2010

Rumah dengan view tepi sungai / House with riverbank view

astudioarchitect.com Jarang ada sebuah rumah dengan view didalam tapak yang menarik, misalnya berada ditepi sungai dan ingin menjadikan tepi sungai tersebut bagian dari keindahan sebuah rumah. Hal ini kelebihan yang dimiliki lahan Bapak Hanung Anindityo dimana ia memiliki sebuah lahan ditepi sungai. Lewat konsultasi via media Sindo beliau bertanya bagaimana desain yang paling sesuai. Bila Anda suka, desain rumah ini bisa Anda beli dalam bentuk gambar kerja dengan menghubungi astudio via email.

Rarely a house with an interesting view inside the landscape, for example located on a river bank and the owner want to make the river to be a part of the beauty of a home. This is land owned by Mr Hanung Anindityo where he has a land on a river bank. Through consultation via media Sindo newspaper, he asked how is the most appropriate design. If you like, you can buy this house design in the form of working drawings by contacting astudio via email.




Pertanyaan:
Yth. Mas Probo,
Saya memiliki 2 kavling tanah bersebelahan, dimana kavling sblh barat lk 270 m2 ingin kami dirikan bangunan sedang satunya untuk landskap (Denah terlampir). Saya sdh mencoba membuat layout rumah dg 4 kamar, namun masih kurang memuaskan. Kami mohon saran dan masukan layout untuk rumah, mengingat bentuk persil tsb tidak beraturan.

Sebagai tambahan info, untuk persil yg akan dijadikan landskap berbentuk terasering menurun menuju sungai.  Oleh karena itu, kami rencanakan teras menghadap ke timur; sehingga dr ruang keluarga menuju ke arah timur merupakan center view.

Sebelum dan sesudahnya diucapkan terima kasih.
Hanung anindityo
Sekip, Yogyakarta

Question:
Designation. Mr Probo,
I had 2 adjacent plots of land, where the west land is ca. 270 m2, one plot we wanted to establish house building to landscape (Plan attached). I tried making the layout with 4 bedrooms, but still less satisfactory. We ask advice and input layout for the house, considering the form of irregular land plot.

For additional info, the part that will be used as landscape shaped terracing down towards the river bank. Therefore, we planned terrace facing east, so family room can face the east as the center view.

Many thanks.
Hanung anindityo
Sekip, Yogyakarta




Jawaban:
Yth Bapak Hanung Anindityo,
Sangat menyenangkan untuk memiliki rumah dengan view yang bagus dan niat untuk menjadikannya tambahan potensi lahan yang positif. Dalam desain ini saya mencoba untuk menggambarkan situasi denah yang Bapak buat. Pada dasarnya menurut saya denah tersebut sudah bagus, barangkali letak ruang-ruangnya yang perlu disempurnakan. Pada dasarnya kita perlu mengoptimalkan ruang yang ada sehingga tidak terdapat ruang yang minim penghawaan alami. Potensi lahan yang ingin memaksimalkan view kearah sungai juga sangat patut dipertimbangkan sehingga dua kamar yang ada serta ruang keluarga diorientasikan ke arah tersebut.


Keterangan ruang-ruang:
1. Beranda depan
2. Ruang tamu
3. Kamar tidur utama
4. Kamar Mandi
5. Ruang keluarga
6. Ruang keluarga
7. Ruang makan
8. dapur
9. kamar tidur anak
10. kamar tidur anak
11. teras samping
12. kamar pembantu
13. KM pembantu
14. kamar mandi
15. carport

Untuk tampilan bagian depan, saya membuat ada pohon yang masuk di area beranda, menurut saya cukup untuk membuat tampilan yang berbeda dan kesan 'resort'nya lebih terasa serta bisa menaungi area duduk di beranda tersebut. Namun bila Bapak menghendaki, beranda juga bisa dibuat dengan atap seperti biasa. Untuk bagian yang menghadap sungai, terdapat selasar yang bisa dibuat dari dak dan dilapisi dengan penutup, misalnya kalsiplank untuk menggantikan tekstur kayu atau bahan lainnya.

Demikian Pak Hanung Anindityo, semoga jawaban saya bisa membantu Bapak.
Salam,

Probo Hindarto

Bila Anda suka, Anda bisa membeli desain ini dengan gambar kerja lengkap dengan ukuran dan detail rancangan. Klik disini

Answer:
Dear Mr Hanung Anindityo,
It's nice to have a house with a good view and intention to make an additional positive potential of land. In this design I tried to design based on description of situations in which you plan to make. Basically I think it was a good plan, perhaps the location of the rooms that need to be perfected. Basically we need to optimize existing space so that the air flow inside the house is good. The view potential of the land to be maximized towards the river is also very worthy of consideration so that the two existing rooms and family rooms were oriented towards it.


Description rooms:
1. Front porch
2. Parlor
3. Master bedroom
4. Bathroom
5. Family room
6. Family room
7. Refectory
8. kitchen
9. kids bedroom
10. kids bedroom
11. side porch
12. maid's room
13. KM helper
14. bathroom
15. Carport


For the facade, I make a trees area inside the porch, in my opinion sufficient to create a different look and 'resort' kind of feeling, and could overshadow the sitting area on the porch. But if you wish, can also be made with porch roof as usual and without a tree. For the overlooking part to the river, there is a terrace which can be made from, for example calciplank to replace wood.


Hopefully I can help you with this answer.
Sincerely,


Probo Hindarto

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tuesday, March 30, 2010

Membangun Rumah Biaya Murah / Building low cost house

astudioarchitect.com Rumah yang biaya pembangunannya murah, banyak orang yang membutuhkan rumah, tapi tidak semua memiliki dana cukup besar untuk membangun atau merenovasi rumah. Rumah di lahan terbatas seringkali juga identik dengan struktur konstruksi yang sederhana. Secara positif, hal ini berarti struktur yang lebih murah. Sistem konstruksi menerus tanpa banyak berbelok bisa menjadikan biaya pembangunan rumah lebih murah. Meskipun demikian, agar tidak terlihat monoton, banyak juga trik yang bisa digunakan agar rumah tampil tidak apa adanya.

Houses with lower construction costs, many people need homes, but not all have a enough fund to build or renovate houses. Houses in limited space is often also identical to the structure of simple construction. Positively, this means a less expensive structure. Continuous construction of the system without much edges makes the cost of housing is cheaper. However, in order not to appear monotonous, there are many tricks that can be used to house not show what it is.




Rumah sederhana dengan konstruksi sederhana pula yang lurus-lurus tidak banyak belokan atau patahan struktur, lebih murah dengan konstruksi dinding dari batako. Biasanya konstruksi seperti ini untuk Rumah Sangat Sederhana (RSS). Tentunya kita pernah suatu saat mengunjungi perumahan yang murah, misalnya perumahan dengan bahan rumah dari batako. Bisa dilihat betapa sederhana sistem konstruksinya. Kadang-kadang, struktur konstruksi dibuat memanjang tanpa belokan, yang bisa menghemat bahan struktur. Kebanyakan rumah di perumahan yang ’ekonomis’ juga dibuat dengan struktur seperti ini, dengan dinamika tampilan yang menyebabkan rumah terlihat elegan dan indah.

Tipe Rumah Sangat Sederhana (RSS) dengan struktur sangat sederhana dan material murah

Cara membuat rumah dengan biaya murah terlihat menarik
Berbagai cara digunakan agar rumah dengan konstruksi sederhana bisa tampil cukup menarik. Cara yang umum digunakan adalah seperti yang dipakai oleh perumahan-perumahan, misalnya memakai hiasan dekorasi dinding seperti benangan dan lis, atau memakai aksen material seperti dinding 'garukan'. Bisa juga memakai warna-warna yang berani sebagai aksen. Tipe rumah yang umum untuk jenis rumah murah adalah: Rumah dengan muka yang cenderung datar dan atapnya pelana sederhana yang lebih murah, dipermanis dengan sebuah portal, menjadikan rumah tampil cukup elegan.

Simple house with a simple construction usually is a straight with not much bend or fracture of structures, cheaper with walls of adobe construction. Usually this kind of construction is for Very Simple House Type (RSS). If you happen to visit the cheap housing estates in Indonesia, such as housing materials of adobe houses. You could see how simple the system construction. Occasionally, elongated structures which are made of construction without bends, which can save the structural material. Most houses in economical housing estate is also made with the structure like this, with creative dynamics to make the house looks more elegant and beautiful home.


How to make a low cost house look attractive
Various methods are used to house with a simple construction to appear quite attractive. Generally used is like which used by the cheap housing estates, such as wearing ornate wall decorations such as wall lines, or using materials such as wall accents stones. We can also use bold colors as accents. Common types of housing for low-cost housing types include: House with the inclined flat face and the roof is a simple saddle for a cheaper, sweetened with a portal, making the house look quite elegant.



Penggunaan Material
Material rumah yang murah misalnya untuk dinding menggunakan batako, untuk atap menggunakan fiber cement atau genteng lembaran, bahkan saat ini, perumahan yang sangat murah memakai kusen pabrikan dari semen dan bukan dari kayu. Bila dilihat dan setelah difinishing, tampilannya tidak beda dari kusen kayu, hanya saja harus dibuat banyak dan modular.

 Gambar screenshot pencarian rumah RSS di Google

Penggunaan material juga menentukan harga bangunan sebuah rumah. misalnya, menggunakan dinding batu bata lebih tahan lama dibandingkan menggunakan dinding kayu untuk bagian luar bangunan. Dinding batu ekspos lebih terlihat tahan lama dibandingkan dinding acian karena tidak mudah kotor (meskipun acian lebih murah). Atap dengan konstruksi baja ringan lebih awet dibandingkan atap konstruksi kayu, meskipun harganya lebih mahal. Dalam hal ini, penggunaan bahan material juga menentukan apakah bahan tersebut bakal awet atau tidak. Tingkat awet atau tahan lama bangunan juga merupakan tolak ukur konstruksi yang murah.

Barangkali, hal-hal diatas bisa menjadi pertimbangan Anda dalam membangun rumah dengan material dan harga yang murah. Ada komentar?

Use of Materials
Materials for low cost homes, usually using brick wall, using fiber-cement roofing sheets or tiles, even now, housing which are very cheap use concrete window frames and not from the timber. If seen, and after finishing touch, it looks no different from a wooden frame, only to be made numerous and modular.


Use of the material also determines the price of building a house. for example, using a brick wall is more durable than using wood for the exterior walls of buildings. Exposed stone walls looked more durable than usual wall because it is not easyly dirty. Construction of lightweight steel roof is more durable than the wooden roof construction, although more expensive. In this case, the use of raw materials also determine whether such materials would be durable or not. Level of durability is also the benchmark for counting construction cost.


Perhaps, some aspects above can be your consideration in building a low cost house. Any comments?

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Monday, March 29, 2010

Tool online warna cat untuk desain interior / Online tool for interior design color

astudioarchitect.com Berniat untuk mengecat interior atau eksterior rumah Anda? Tidak ada waktu bertemu interior desain, atau tidak ada dana untuk menyewa? Mungkin Anda bisa menjadi perencana warna rumah atau interior rumah Anda dengan menggunakan sebuah tool sederhana yang dikembangkan oleh Jotun. Saya sendiri sudah mencoba tool online ini dan hasilnya memang lumayan untuk melihat apakah Anda menyukai suasana ruang setelah warnanya dirubah. Caranya sangat sederhana.

Intend to paint the interior or exterior of your house? No time to see an interior designer, or no funds to hire? You can plan your house or the interior color of your house by using a simple tool developed by Jotun. I myself have tried this online tool and the results are pretty to see if you like the new look of interior after the color change. Very simple way.




Pertama, kita perlu memotret ruangan yang akan kita warnai dengan menggunakan kamera digital, sehingga kita mendapatkan file foto digital dengan format .jpg. Setelah itu, masuk ke website jotun ini, atau website yang ini dan pilih color advisor bahasa Indonesia. Kita akan masuk dalam halaman login atau mendaftar. Bila Anda belum mendaftar, harus mendaftar dahulu. Setelah itu kita akan masuk ke loading aplikasi. Tunggu beberapa saat hingga aplikasi selesai loading (sebaiknya menggunakan koneksi internet yang cukup cepat, dan punya waktu yang cukup agar tidak terburu-buru)








Setelah loading selesai, kita bisa memilih mewarnai ruangan. Pilih untuk memasukkan sebuah gambar ruangan, dan pilih file foto dari foto ruangan yang sudah Anda ambil dengan kamera. Gambar Anda akan diupload, dan pilih kategori gambar apakah interior atau eksterior. Dalam contoh ini saya memilih interior. Tunggu sebentar...


Gambar rumah kita sekarang sudah masuk, dan kita bisa mulai memilih dinding atau bagian mana yang akan diganti catnya. Untuk memilih area dinding, klik pada pojok-pojok area hingga area tertutup. Kemudian pilih area lainnya dengan klik 'tentukan area berikutnya', dan bila kita sudah memilih area mana saja yang akan diganti catnya, klik 'warnai gambar ini'.


Setelah itu kita bisa memilih dari berbagai warna yang ada disamping kiri, antara lain coklat, merah, hijau, biru, dan sebagainya. Gunakan foto tersebut untuk eksperimen warna dan kira-kira warna apa yang menurut Anda paling baik. Bandingkan sehingga Anda merasa warna tersebut paling cocok. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk menyimpan atau mencetak foto Anda sebagai referensi pembelian cat.

foto asli






Selamat mencoba :)

First, you need to take pictures of the room that will be colored using a digital camera, so you get a digital photo file formats .Jpg. After that, go to this Jotun website. You will enter the login page or to register. If you have not registered, you must register first. After that you will go to the loading page of the application. Wait a few moments to complete loading applications (preferably using the Internet connection which is fast enough, and have sufficient time to be in no hurry)


After loading is complete, choose colors of the room. Select to upload a room photo, and select a file photo from the photo room that you have taken with the camera. Your picture will be uploaded, and choose the category images whether interior or exterior. In this example I chose interior. Wait a minute ...


The photo we now have in, and we can begin to choose a wall or part of which will be replaced with paint. To select the area of the wall, click on the corners of the area until the area is closed. Then select another area.


After that we can choose from a variety of colors available in the left, such as brown, red, green, blue, and so on. Use these photos for color and experiments about what color you think is best. Compare the color that you feel is most appropriate. This application allows you to save or print your images as a reference to purchase the paint.


Good luck!

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Thursday, March 25, 2010

Konsultasi gratis rumah dua lantai 2x24m (Sindo) / Free consultation on Sindo News 1

astudioarchitect.com memberikan jawaban untuk 'konsultasi via media' gratis di koran Sindo, yang terbit pada hari Jum'at. Cek koran Sindo hari Jum'at untuk mendapatkan update konsultasi tanya jawab bersama Probo Hindarto. Pertanyaan dan jawaban ini dimuat di Harian Sindo minggu lalu, dengan menjawab pertanyaan Bapak Rizki Ramdhani dari Bogor.

astudioarchitect.com provide answers to 'consultation via media' free in the newspaper Sindo, published on Friday. Check the newspaper Sindo on Friday to get updates consultations with Probo Hindarto. This Question and answer was published in the Daily Sindo last week, by answering questions from Mr. Rizki Ramdhani, Bogor.




Pertanyaan:
Yth Pak Probo Hindarto,
Saya memiliki sebidang tanah dengan luas 7x24 m. Saya berencana untuk membangun rumah dengan 2 lantai. Adapun ruang-ruang yang saya butuhkan adalah sebagai berikut:

Lantai 1:
1 kamar tidur utama dan 1 kamar tidur anak
1 ruang keluarga
dapur dan r.makan di lantai 1
1 kamar mandi untuk kamar tidur utama.
1 kamar mandi di lantai 1

Lantai 2
2 kamar tidur
1 ruang kerja di lantai 2
1 kamar mandi
tempat cuci dan jemur

Keinginan saya dan keluarga, terdapat pintu utama yg berhubungan langsung ke ruang tamu, dan 1 pintu samping, dikarenakan kebutuhan akan privasi. Mohon bantuan Bapak untuk saran desainnya. Atas perhatian Bapak saya ucapkan terimakasih.
Rizki Ramdhani



Jawaban:
Yth Bapak Rizki Ramdhani,
Lahan yang Bapak miliki masih cukup luas sehingga bisa dipakai untuk keseluruhan ruang yang Bapak butuhkan. Dalam hal ini saya menata ruang-ruang yang digunakan bersama di lantai satu dan dua di bagian tengah, dan ruang-ruang privat seperti ruang tidur mengelilingi ruang bersama tersebut.


Di lantai satu, terdapat taman dalam, dimana taman ini berbatasan dengan dapur dan ruang makan. Bila dikehendaki, ruang makan/dapur dan taman bisa dipisahkan dengan pintu geser atau pintu lipat. Tentunya keberadaan ruang dan taman ini akan menambah asri dan sehatnya keluarga, sekaligus sebagai tempat berkumpul untuk sarapan dan makan malam. Di lantai dua, terdapat ruang keluarga dan ruang kerja, dimana terdapat balkon yang berhubungan dengan ruang kerja.

Dari segi tampilan, saya membuat desain yang berciri khas masa kini sehingga mewakili jamannya. Demikian, semoga jawaban ini memberi bantuan yang bermanfaat bagi Bapak.
Salam,


Probo Hindarto


Question:
Dear Mr. Probo Hindarto,
I have a plot of land with an area of 7x24 m. I plan to build a house with 2 floors. The rooms that I need are as follows:

Floor 1:
1 main bedroom and 1 other bedroom
1 living room
kitchen and 1st floor dining
1 bathroom to master bedroom.
1 bathroom on the floor


2nd Floor
2 bedrooms
working room
1 bathroom
washing and drying


My desire and family, there is a main door directly related to the living room, and 1 side door, because the need for privacy. Can you help us to design suggestions? Thank you.

Rizki Ramdhani



Answer:

Dear Mr. Rizki Ramdhani,

The Land that you have is still large enough to be used for the entire space you need. In this case I set up spaces that are used together on the first floor and two in the middle, and private spaces like bedrooms around it.

On the first floor, there is a garden in, adjacent to the kitchen and dining room. If desired, dining room / kitchen and garden can be separated by sliding doors or folding doors. Surely the existence of this garden space will support a healthy family, as well as a gathering place for breakfast and dinner. On the second floor, there is the family room and den, where there are balconies connected with the working room.

In terms of appearance, I made a design characteristic that represents the present era. So, I hope this answer provide a useful aid for you.

Regards,



Probo Hindarto


________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.