Tuesday, February 24, 2009

Tips menjadikan rumah lebih sejuk

Tahukah Anda bahwa desain rumah bisa mempengaruhi sejuk tidaknya udara dalam rumah? Ternyata desain bisa juga lho.. Mungkin kita suatu saat pernah mengunjungi rumah peninggalan belAnda (rumah kolonial) atau bahkan Anda sedang menghuninya. Biasanya kita terasa sejuk di dalamnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan sehingga rumah bisa terasa lebih sejuk. Beberapa poin berikut bisa menjadi acuan pada Anda dalam membuat rumah


1. Plafon yang tinggi / langit-langit yang tinggi sering dipakai dalam rumah-rumah jaman Belanda. Sifat udara yang khas yaitu udara panas lebih ringan dari udara dingin menyebabkan udara panas selalu naik dan ruangan yang berplafon tinggi bisa menyebabkan udara panas mengumpul keatas. Bila ada ventilasi udara ini bisa keluar sehingga kita bisa merasa sejuk di ruangan tersebut.

2. Bila kemiringan atap cukup curam atau atap yang kemiringannya lebih dari 45 derajat maka akan membentuk ruang dibawah atap cukup banyak. Hal ini menyebabkan panas matahari mengenai genteng dan bisa ditahan terlebih dahulu sehingga udara panas tidak langsung terasa. Lain dengan atap yang landai kurang dari 25 derajat sehingga ruang di bawah atap menjadi lebih kecil sehingga buffer penahan panas menjadi lebih kecil akibatnya ruang di bawah atap lebih cepat panas dan panasnya bisa turun ke ruangan.



3. Penggunaan lubang di bawah atap di atas plafon. Cara ini sudah sangat umum digunakan masyarakat terutama di pedesaan melalui informasi dari mulut ke mulut. Bahwa untuk membuat atap biasanya diberi lubang angin di atas plafon kegunaan utama untuk membuang panas di bawah atap tersebut. Lubang ini lazim dan hanya bisa digunakan untuk atap yang bermodel pelana (dua sisi). Untuk menghindari lubang ini dipakai sarang burung atau kelelawar atau tikus atau binatang lainnya sebaiknya diberi kawat ayam atau semacamnya. Kawat ayam sebaiknya diberi pigora agar mudah dilepas dan dibersihkan.

4. Gunakan kanopi untuk melindungi jendela. Jendela sebaiknya diberi kanopi / pelindung agar sinar matahari tidak masuk langsung ke dalam ruangan melalui jendela.





5. Perhatikan perkerasan di sekitar rumah Anda. Perkerasan meliputi lantai carpot, lantai selasar yang biasanya digunakan dari beton blok / plaster semen. Tahukah Anda bahwa permukaan dari beton bisa memantulkan cahaya ke dalam rumah sehingga menjadikan rumah lebih panas. Tipsnya adalah dari pada menggunakan beton / plaster untuk perkerasan di sekitar rumah lebih baik menggunakan krakal sebagai pengganti atau menanamnya dengan rumput.



Semoga tips ini bisa membantu Anda mengurangi panas di rumah Anda. Selamat mencoba.



________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Monday, February 16, 2009

Tanya jawab cepat astudio

Hari ini ada yang baru di website astudio. Bila Anda ingin bertanya pada kru astudio tentang rumah tinggal, seperti bertanya hal-hal kecil seperti ingin mengecat ulang rumah atau kamar dan minta saran, bisa ditanyakan via form konsultasi dan akan dijawab disini. Tidak semua pertanyaan akan dijawab karena pertanyaan yang dijawab adalah yang bisa dengan cepat kami jawab, seperti sebuah saran saja.

Bila Anda ingin berkonsultasi profesional gunakan 'form konsultasi profesional' disamping kiri (yang ada gambar rumahnya) untuk konsultasi profesional (berbayar).

Bila Anda ingin pertanyaan yang cepat dijawab disini, silahkan kirim via 'form konsultasi gratis' dibawah gambar rumah konsultasi profesional. Ini gratis tapi kami mungkin tidak bisa menjawab seluruh pertanyaan karena kesibukan. Pertanyaan yang membutuhkan waktu seperti minta dibuatkan desain yang dimuat di koran2 akan membutuhkan waktu. Jawaban ringan seperti saran untuk material apa digunakan utk tampilan rumah, bisa dengan cepat dijawab. Perhatikan tipe pertanyaan dibawah ini. Seperti inilah jawaban yang dengan cepat bisa diberikan dan dimuat :-)

Kami selalu ingin memberikan yang terbaik untuk para pengunjung astudio.

PERTANYAAN 3



Name: komang adianto
Pekerjaan: wiraswasta
Pertanyaan/ keinginan:: yth team astudioarchitect

terima kasih atas artikel yang dikirimkan via email saya selama ini. artikel nya sangat berguna  sekali untuk rencana renovasi rumah kami.

saya ingin bertanya dgn tembok rumah saya yg lapuk di bagian dalam (terlampir foto) dinding ini berada di sebelah utara. sdh berkali kali kami merombak ulang, tetapi tetap keropos apa munkin karena menggunakan campuran kapur sehingga cepat keropos, sedangkan dinding bagian selatan tidak mengalami hal serupa. oh iya dinding bagian luar hanya di semen biasa tanpa di cat waterproof seperti bangunan kebanyakan sekarang. apa yg musti saya lakukan agar dinding bagian dalam ini tidak keropos lagi . trims sebelumnya . saya sangat mengharapkan jawaban nya.


Jawaban:
Terimakasih juga pak Komang, 

Memang kiriman artikel dibuat agar memudahkan pembaca untuk tahu update artikel astudio.
Dinding yang mengelupas, ada kemungkinan penyebab pertama adalah dinding lembab. Pastikan dinding Bapak campuran dinding bawah menjadi trasraam dan sloofnya yang bisa diangkat dari tanah. 


Penyebab kedua, bisa jadi cara mengecat yang salah. Lapisan plamur yang terlalu tebal tidak baik untuk cat, karena plamur tidak bisa mengikat cat, akibatnya cat dinding bisa mengelupas. Pada kasus dinding rumah Bapak, bisa jadi itu akibat campuran kapurnya, karena campuran ini kurang bagus untuk cat. Lebih baik menggunakan cat saja tidak usah dicampur kapur (mungkin tergantung budget juga ya pak).



Ada juga cat dasar yang berfungsi agar campuran semen dan bahan dinding tidak merusak cat pak. Untuk mengecat ulang, sebaiknya lapisan cat lama dirontokkan dulu, kemudian diamplas, karena biasaya cat lama juga sering mengelupas.




PERTANYAAN 2




Pertanyaan:
sulis handayani
pak saya ingin desain rumah kos tapi juga bisa untuk pondok harian dengan gaya minimalis, klasik lantai dua dengan taman dan area parkir yang cukup. denah kami lampirkan. Tyas Handayani

Jawaban:
Dear ibu Sulis,
Disini saya belum menangkap apakah yang ditanyakan ibu. Tapi dari desain tersebut menurut saya penataannya sudah bagus kalau untuk rumah kos, namun perlu juga diperhatikan bagaimana desain tampilan dan hal-hal lain seperti ventilasi, dsb. Dalam arti, Rumah kos yang baik seharusnya tetap mengindahkan segi kesehatan bangunan, pencahayaan dan penghawaan alami. Sepanjang hal ini diperhatikan menurut saya tidak masalah.



____________________________________________

PERTANYAAN 1



Dear Pengasuh Rubrik Konsultasi,
Saya bermaksud untuk renovasi rumah tampak depan, dengan tetap mempertahankan bentuk aslinya, supaya kelihatan lebih fresh, misal hanya dengan ganti cat tembok, kusen, atau ganti canopy dan carport, warna apa yang cocok atau bentuk canopy yg sesuai dg bentuk rumah saya?
berikut attachment foto tampak depan rumah saya.
terimakasih atas bantuannya.
Rgds
Restu


jawaban:
Dear pak Restu,

Rumah tersebut bila ingin dirombak dengan tren gaya yang ada saat ini juga bisa pak. Jadi Bapak bisa menyewa jasa arsitek atau kontraktor untuk membuatkan desain rumah, dan kemudian tampilannya dirombak. 

Pada dasarnya saya pikir tentang warna adalah bukan masalah, kita bisa menggunakan warna apapun, namun yang cukup mendasar adalah tentang gubahan massa tampilan rumah Bapak dan bagaimana warna2 dan bahan material digabungkan sedemikian rupa agar indah. karena itu melalui kata2 saya belum bisa menjabarkannya. 

Bila ingin ganti cat saja, bisa juga. Meskipun kalau menurut saya tampilan ini sudah sesuai untuk gaya rumah Bapak saat ini. Bisa dicoba paduan warna gradasi abu2, putih dan hitam, dipadukan dengan satu warna primer yang mencolok seperti hijau muda atau orange sebagai aksen.

Pertanyaan:

Terima kasih sekali atas masukannya Pak, untuk sewa jasa arsitek mungkin belum akan saya lakukan, mengingat saya hanya ingin renov kecil-kecilan, istilahnya hanya refreshment saja, mungkin next-nya kalau saya akan renovasi besar seperti tambah ruang dan rombak total, mungkin sewa jasa arsitek akan saya lakukan.
oh ya sekedar informasi saja, kalau rumah tersebut saya beli second dan itu masih asli dari pemilik sebelumnya.
kalo gradasi abu2, hitam dan putih, apakah cocok dg bata expose, mengingat hampir semua tampak depan rumah saya adalah bata expose yang mana warna bata expose tersebut adalah kombinasi merah, kuning dan coklat.
mungkin itu dulu dr saya, sekali lagi terimakasih atas bantuan dan masukannya.
Salam Hormat
Jawaban:
Yth pak Restu,
Bila berminat, tentunya gradasi abu2 adalah sebuah saran. Warna putih, abu-abu, coklat dan hitam adalah warna-warna netral yang bisa digabungkan dengan warna apa saja. Untuk bata eksposenya, bisa juga dengan warna yang lebih hangat seperti warna krem yang seperti batu Palimanan, menurut saya masih matching.

Akan bagus juga bila pak Restu menambahkan lis profil agar berbeda dari rumah-rumah disebelahnya, demikian pula dengan model jendela bisa diganti dengan, misalnya model kotak-kotak yang akan lebih matching dengan warna lis profil yang bisa ditambahkan tersebut. Bedakan warna lis profil, tembok, batu dan kusen jendela, agar makin menarik.

Oh ya, untuk kanopi, model yang seperti itu mungkin memang jarang ada lagi peminatnya, kanopi mungkin bisa pula diganti dengan model yang datar, dengan aksen tiang2 baja atau beton. Referensi bisa dicari di majalah-majalah pak.

Salam.



________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Saturday, February 7, 2009

Konsultasi rumah gratis: Rumah di lahan 9x8 m2 dengan dua kamar dan carport

Pertanyaan:
Name: david
Alamat: jln. yos sudarso 9 , tarakan kaltim
Pekerjaan: pedagang
Pertanyaan/ keinginan:: saya mempunyai lahan yang unik yaitu 9 x 8 (9 tampak depan) termasuk halaman.
bagaimana bentuk dan denah yang tepat untuk 2 kamar tidur beserta tempat parkir mobil di halaman.

Jawaban:



Yth pak David,
Terimakasih atas pertanyaan Bapak. Dalam desain ini saya membuat dua buah kamar tidur dengan satu kamar tidur sebagai kamar utama dengan kamar mandi didalam. Konsep rumah sederhana, namun terdapat taman didalam rumah yang akan membuat rumah Bapak terasa segar selalu. Saya sarankan untuk tetap memiliki taman dibelakang lahan, karena dari taman ini rumah mendapatkan pencahayaan dan penghawaan alami.

Semoga bisa membantu. Salam dari astudio.

Probo Hindarto

____________

Pertanyaan dan Jawaban ini sudah dimuat di berbagai koran di Indonesia yang terhubung dengan PERSDA: sebuah grup Kompas Gramedia. Desain ini dibuat dengan teknologi dan desain sederhana, dan belum memenuhi spesifikasi gambar kerja, namun dapat digunakan untuk berkonsultasi/komunikasi dengan arsitek Anda, kontraktor atau tukang. Bila Anda tertarik, bisa berkonsultasi dengan astudio untuk meningkatkan desain ini. 



Konsultasi ini dimuat di:



Jawa: Tribun Jabar
Sumatera: Sriwijaya post, Palembang
Riau: Tribun Pekanbaru
Batam: Tribun Batam
Kalimantan: Bajarmasin Post di Kalsel
Tribun Kaltim
Tribun pontianak, di kalbar
Sulawesi:Tribun Timur di Makassar.


Serambi indonsia di di Banda aceh dan Pos Kupang di NTT


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Rumah Pak Taufiana - didesain oleh astudio

Rumah pak Taufiana adalah termasuk desain favorit saya yang saya dalam astudio baru-baru ini bersama Rosi Rahadi. Dalam desain ini diupayakan agar terdapat sebuah kejernihan dan lugasnya garis-garis desain dipadukan dengan fungsi ruang yang tepat guna. Berada di pojok, dengan bentuk lahan yang kurang menguntungkan, yaitu berbentuk trapesium, desain penataan ruang difokuskan pada bagaimana mengikuti bentuk trapesium ini agar penggunaan lahan menjadi efektif.

Evolusi desain sebenarnya cukup drastis, dari desain awal yang berbeda sama sekali, namun memberikan penghantar untuk memaksimalkan desain. Berikut ini beberapa file untuk desain ini:


Bentuk awal rumah yang kurang menarik dan kurang mengena dari segi tampilan maupun penataan ruang, kami olah dalam tahapan desain.

Desain awal yang kami buat




Desain akhir



Pada desain akhir ini, penyelesaian terhadap lahan dibuat dengan mengikuti bentuk lahan sehingga tata ruang menjadi tepat guna. Lahan yang trapesium menyebabkan ada ruang-ruang berbentuk segitiga lancip, yang diselesaikan dengan 'menumpulkan' sudut tersebut, dan ruang-ruang yang tidak efektif karena lancipnya sudut dipakai sebagai ruang-ruang yang bukan prioritas, seperti untuk ruang jemur pakaian.


Melalui proses dialog, desain dapat menemukan hasil akhir yang mendekati utopia.


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.