Monday, December 27, 2010

Mencegah perkembangbiakan nyamuk disekitar rumah

astudioarchitect.com Nyamuk adalah pembawa penyakit seperti malaria, demam berdarah, kaki gajah, dan sebagainya. Keberadaan nyamuk adalah dilema disamping kebutuhan agar disekitar rumah tetap ada taman. Bagaimana cara mengurangi nyamuk dan mencegah nyamuk dalam rumah? Cara instan untuk mengurangi nyamuk adalah menggunakan semprotan anti nyamuk, Lotion anti nyamuk, atau menggunakan obat nyamuk bakar, meskipun demikian semuanya merupakan bahan kimia yang bisa mengganggu kesehatan dimana alternatifnya adalah menggunakan cara alami. Yang dimaksud alami bisa menggunakan penyelesaian desain secara arsitektural, atau menggunakan tanaman dan ekstrak tanaman sebagai pengusir nyamuk, karena ada tanaman tertentu yang mengeluarkan bau yang tidak disukai nyamuk. Cara mengurangi nyamuk yang masuk kedalam rumah tentunya dengan memasang kasa pada jendela, ventilasi, bahkan pintu, dimana bentuk dan variasinya bisa disesuaikan dengan tema rumah.

picture above: Some rights reserved by matteo_dudek on Flickr


Jenis pohon yang biasa disekitar rumah biasanya merupakan tanaman hias, meskipun demikian bila terdapat tanaman penghalau nyamuk akan lebih baik lagi dalam mengurangi nyamuk disekitar rumah. Ada bermacam-macam jenis tanaman penghalau nyamuk, dimana penting untuk meletakkannya pada area dimana terdapat bukaan atau tempat yang mungkin sering dilalui nyamuk seperti jendela dan disekitar ventilasi. Terdapat juga cara yang bisa ditempuh melalui desain arsitektur rumah yang memperhatikan bukaan-bukaan diatas taman dalam rumah.

Seperti kita ketahui, taman dalam rumah biasanya memiliki lubang udara di bagian atas untuk memasukkan cahaya dan hawa alami. Pada area diatas taman yang terbuka ini, kita bisa mengkombinasikan antara struktur atap dan bukaan bebas yang ditutup dengan kasa nyamuk juga. Misalnya: menutup sebagian atap taman dengan polykarbonat (lebih baik kaca karena tembus cahaya matahari), dan menutup sisa lubang dengan kasa nyamuk dengan menggunakan struktur besi atau bahan lainnya. Dengan demikian kita menahan nyamuk masuk sejak dari taman, dengan memperlakukan taman sebagai bagian dari ruang dalam. Perlu diperhatikan pada desain semacam ini adalah penghawaan alami harus tetap lancar.

Penyebab banyak nyamuk disekitar rumah

Dari segi kebiasaan pemilik rumah, biasanya yang menyebabkan banyak nyamuk adalah genangan air, baik itu dalam wadah ataupun genangan air yang tidak bisa meresap atau menguap. Selain dari wilayah sekitar rumah, nyamuk juga berasal dari daerah sekitar rumah, terutama bila dekat dengan perairan yang banyak digunakan nyamuk untuk bertelur.

Dengan kebiasaan sehari hari dimana kita biasa menyimpan air dalam berbagai wadah, seperti gentong, bak air, maupun dalam wadah wadah kecil, maka terdapat kesempatan bagi nyamuk untuk meletakkan telur dalam wadah-wadah tersebut. Demikian juga dengan rembesan, genangan kecil, ceruk, atau lubang pada lantai, dinding, dan sebagainya juga rawan menjadi tempat bertelur nyambuk.

Beberapa benda yang memungkinkan genangan dimana nyamuk bertelur;
- tangki/ drum
- vas bunga
- pot bunga
- kolam hias
- talang air
- wadah minum hewan
- jebakan semut / cawan air dibawah kaki meja
- ban bekas
- peralatan, ember, kaleng bekas
- lubang pohon dan lubang batu

Jenis-jenis tanaman yang menghalau nyamuk
Beberapa jenis tanaman juga bisa menggunakan tanaman pengusir nyamuk karena menyebarkan aroma yang tidak disukai nyamuk, antara lain:

- Zodia
- Selasih
- Geranium
- Lavender
- Serai
- Akar wangi
- dan sebagainya

Banyak diantara tanaman dengan aroma penghalau nyamuk yang merupakan tanaman hias sehingga cukup cantik ditanam disekitar rumah, serta merupakan tanaman obat dengan khasiat lebih dari sekedar penghalau nyamuk. Dari berbagai tanaman ini ada pula yang bisa disuling bunga, biji dan daunnya untuk menghasilkan minyak yang bisa digunakan sebagai pengganti lotion anti nyamuk pabrikan yang penuh dengan bahan kimia.

Kolam ikan menghasilkan nyamuk?
Kolam ikan sering dituding menjadi sarang nyamuk, padahal kolam ikan bebas jentik nyamuk karena, dan bila jentik dimakan oleh ikan-ikan tersebut. Jadi ikan bisa diletakkan dalam kolam, sumur atau ‘genangan’ yang bisa dipakai oleh nyamuk bertelur. Memilih tempat kolam taman air sebenarnya bisa dimana saja didalam area rumah, selama masih memungkinkan, dengan memperhatikan sanitasi, plumbing dan drainase disekitarnya. Pertimbangkan untuk lokasi perletakan adalah bagaimana agar kolam memberi kontribusi untuk unsur rekreatif dalam arti posisi kolam berada di lokasi yang tepat dimana area itu bisa digunakan untuk rekreasi singkat penghuni rumah, misalnya didekat teras dimana kita bisa duduk-duduk sambil memperhatikan kolam, atau didekat gazebo, di samping rumah dengan jendela-jendela besar, dan sebagainya. Jangan lupa memelihara ikan agar jentik nyamuk dimakan oleh ikan.

Larvasida - pestisida pembunuh larva nyamuk
Cara alternatif tanpa ikan adalah memutus rantai perkembangbiakan nyamuk seperti menggunakan larvasida, yaitu pembunuh larva nyamuk seperti abate, dengan senyawa kimia yang kandungannya bermacam-macam, intinya untuk memutuskan atau menghambat pertumbuhan larva nyamuk dalam air. Senyawa kimiawi ini sudah teruji melalui laboratorium dan bisa digunakan untuk wadah air minum.

Taman dan penyelesaian arsitektur
Membuat taman lebih indah salah satu caranya adalah dengan memperbanyak tanaman, baik tanaman hias atau tanaman obat dan sayur, tapi akan sangat membantu bila kita mencoba menanam tanaman penghalau nyamuk sehingga tidak terlalu mengandalkan pada produk kimiawi seperti semprotan kimia, obat nyamuk bakar, atau lotion anti nyamuk.

Secara arsitektural juga memungkinkan untuk menggunakan kasa nyamuk untuk menutup atau melengkapi lubang-lubang ventilasi, jendela dan pintu, demikian juga dengan penyelesaian teknis bangunan dan pekerjaan plumbing untuk mencegah air tergenang di bagian rumah. Hal ini juga berkaitan dengan sistem sanitasi dan drainase rumah, yaitu sistem dalam rumah untuk mengalirkan limbah dan mencegah penyakit yang ditimbulkan oleh pembuangan limbah, sampah rumah.

Trik paling jitu adalah perhatikan kebersihan lahan dan taman disekitar rumah, yang artinya kita sebaiknya memiliki waktu untuk menjaga kebersihannya agar tidak ada jentik nyamuk yang hidup disekitar kita. Selain itu berbagai alternatif penyelesaian arsitektural diatas perlu dipertimbangkan.



Permasalahan kota


Permasalahan kota yang berkaitan dengan sanitasi seperti gambar diatas juga merupakan faktor yang negatif karena nyamuk berkembang biak.
Picture: Some rights reserved by International Rivers on Flickr



Bagian dari buku "Pencegahan Pengendalian Dengue dan Demam Berdarah"


 ________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Thursday, December 23, 2010

Pembangunan di wilayah Ngibikan, Jogja ... pasca bencana gempa.

astudioarchitect.com

Slide ini adalah presentasi Eko Prawoto yang diupload oleh Muh. Darman dari Ruang17. Eko Prawoto adalah seorang arsitek dan budayawan yang tinggal di Jogjakarta saat mendedikasikan diri membantu korban bencana gempa di Ngibikan. Dalam slide ini digambarkan kondisi setelah bencana, dimana terdapat kehancuran hidup dan harapan, setelah itu digambarkan Ngibikan bangkit melalui gotong royong. Slide-slide akhir kondisi setelah setahun rumah-rumah tersebut ditinggali, tampaknya terdapat beberapa perubahan, namun masih terasa suasana desa yang kental dan asri.

Silahkan jalankan slide tersebut.... mode fullscreen juga tersedia lewat menu > view fullscreen



(bila Anda mengakses dari Facebook, mungkin perlu melihat di blog astudio :)
terimakasih.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tuesday, December 21, 2010

Sanitasi dalam rumah dan penyakit yang berhubungan dengan sanitasi



astudioarchitect.com Untuk hidup dalam rumah atau bangunan lain secara normal, kita membutuhkan makanan, udara, air, dan sebagainya. Namun yang tak kalah pentingnya: kita juga membutuhkan sanitasi, yaitu sistem drainase untuk menghindarkan manusia dari bahaya kuman dan penyakit yang ditimbulkan oleh sampah dan limbah. Manusia sangat rentan untuk terjangkit penyakit dalam tubuh disebabkan oleh bakteri dan virus. Sampah dan limbah mengandung mikro organisme penyebab penyakit yaitu bakteri dan virus, sedangkan jenis limbah ini termasuk limbah dari WC, kamar mandi, dapur. Adapun sanitasi juga mencakup pembuangan air hujan dalam sistem perpipaan drainase.

3D image Some rights reserved by jinkazamah on Flickr


Cakupan dari sanitasi antara lain
- memastikan bahwa makanan dan minuman yang kita konsumsi bebas dari bakteri dan virus penyebab penyakit.
- mengolah limbah melalui berbagai sistem, misalnya tangki septik (septic tank), sumur resapan, bak penangkap lemak untuk bekas cuci piring.
- pengaturan penghawaan alami untuk mengalirkan udara dalam ruangan menjadi bebas mikroorganisme penyebab penyakit, disebut juga dengan ventilasi.
- desain bangunan dan lingkungan yang bisa memaksimalkan fungsi sinar matahari untuk membunuh kuman disekitar bangunan atau rumah
- desain bangunan dan lingkungan yang menghindarkan dari hewan pembawa penyakit, seperti tikus, nyamuk, lalat, kecoa, dan sebagainya.
- fasilitas untuk mencuci, seperti mencuci baju, peralatan masak, termasuk ‘mencuci badan’ yaitu mandi, serta mencuci benda-benda lainnya.

Some rights reserved by World Bank Philippines on Flickr

Sanitasi yang tidak baik bisa berakibat fatal, seperti ventilasi penghawaan yang kurang baik menyebabkan lembab, bisa menyuburkan tumbuhnya bakteri yang menyebabkan TBC (tubercolose). Bila peralatan memasak, mencuci dan makan kurang bersih, bisa menyuburkan dan menyebarkan virus Hepatitis (biasanya penyebaran cukup cepat di rumah makan atau warung yang kurang terjaga kebersihannya dan cara mencucinya). Demikian juga dengan penyakit typhus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella, penyebarannya adalah melalui peralatan makanan seperti piring dan gelas terutama yang dipakai oleh mereka yang terinfeksi.

Kitchen sink
Some rights reserved by Ian Haycox on Flickr


Beberapa penyakit akibat sanitasi yang kurang baik:
- Tubercolosis (TBC)
- Hepatitis
- Typhus (tipus)
- malaria
- demam berdarah
- sakit perut (diare)
- dll, penyakit yang disebabkan perkembangbiakan bakteri dan virus dalam area bangunan

Pada kesempatan lain insya Allah saya akan membahas tentang sanitasi dan drainase lebih mendalam. Salam :)
________________________________________________
by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Sunday, December 19, 2010

Kenyamanan dalam Bangunan berdasarkan kondisi tubuh dan suhu

astudioarchitect.com Apakah ruang tamu atau ruang kerja Anda nyaman? Sebuah ruangan, misalnya didalam rumah, dalam mall, atau di manapun juga, selalu dirasakan oleh tubuh sebagai tingkat kenyamanan. Tingkat kenyamanan dalam ruangan merupakan hal yang relatif, karena bila ditanya tentang ‘apakah sebuah ruangan nyaman atau tidak?’ biasanya tergantung pada kondisi tubuh seseorang dan berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Biasanya tingkat kenyamanan berkaitan erat dengan suhu, kelembaban, dan sebagainya.

Tubuh kita bisa ‘merasakan’ bila sebuah ruangan terasa tidak nyaman, terutama dari segi suhu ruangan. Bila suhu ruangan terasa panas, maka akan berkeringat. Bila terlalu dingin, maka pori-pori akan menciut. Tubuh manusia ber-metabolisme agar berfungsi dengan baik, biasanya tubuh akan berusaha mempertahankan suhu didalam (internal) dalam kisaran 37 derajat Celcius. Bila suhu ruangan atau suhu luar tubuh lebih rendah, atau lebih tinggi, maka tubuh akan tetap berusaha membuat suhu internal tubuh tetap dalam kisaran 37 derajat C agar metabolisme normal.

Gambar atas kiri: sebuah bangunan di Nicaragua didesain oleh Marina Gousia, sepertinya menerapkan prinsip desain untuk iklim tropis panas. Atap yang terpisah dari bangunan berfungsi seperti payung yang melindungi bagian bawahnya agar tetap dingin, justru karena dipisahkan dari atap, maka 'box' ruangan akan menjadi makin dingin. Adapun 'secondary skin' merupakan sarana agar panas luar tersaring di area teras.
Sumber gambar: http://www.worldarchitecture.org/world-students/student-design.asp?position=detail&no=4153




METABOLISME adalah serangkaian proses kimia dalam tubuh, agar tubuh kita bisa berfungsi, bergerak, dan tetap hidup, termasuk tetap nyaman :)

Some rights reserved by subcomandanta


Misalnya, bila ruangan terlalu panas, maka tubuh akan mengeluarkan keringat untuk membantu mendinginkan suhu internal. Gunanya agar panas dari evaporasi (penguapan) keringat tersebut bisa terbawa oleh udara. Karena itu akan terasa sejuk bila ada udara mengalir, misalnya memakai kipas angin. Kipas angin membantu mengalirkan udara agar suhu kulit menurun, tapi hal ini tentunya bila udara terasa panas maka keringat bisa keluar. Tidak heran, bila sebuah ruangan terasa panas dan lembab, adanya kipas angin bisa membantu menurunkan suhu pada kulit kita. Udara yang lembab bisa membuat suasana terasa panas karena makin lembab (makin banyak uap air), maka makin susah membuang panas tubuh melalui kulit.


Bila udara ruangan terlalu dingin, atau sedang berada di wilayah dingin seperti pegunungan, maka tubuh kita akan beradaptasi dengan menaikkan suhu agar suhu dalam atau internal tubuh bisa mencapai kisaran 37 derajat Celcius. Hal ini membuat tubuh mengeluarkan panas hingga 4 kali lipat dari panas internal yang dibutuhkan. Bagian tubuh yang paling banyak mengeluarkan panas antara lain belakang leher, ketiak, punggung, dan bagian tubuh lain. Karena itu pada kondisi kedinginan, kita akan merasa nyaman menggunakan syal, sweater, kaos kaki, dan sebagainya. Namun pada kondisi dingin yang sangat ekstrim, bagian kepala kita termasuk bagian tubuh yang paling mengeluarkan panas untuk mempertahankan suhu dalam otak agar fungsi tubuh berjalan sempurna. Pada kondisi yang sangat ekstrim ini, biasanya rambut bisa berdiri untuk membantu mempertahankan / memperhangat suhu dalam ruang antara rambut.


tabel standar saran untuk jumlah pertukaran udara masing-masing ruangan di rumah terlihat bahwa dapur harus mengalami pertukaran udara setidaknya 100x setiap jam, berarti dapur harus benar-benar diperhatikan pertukaran udaranya, sementara itu... masih banyak dapur di rumah-rumah yang kurang ventilasinya. 
sumber gambar: Ilmu Fisika Bangunan, Heinz Frick


Kecepatan angin berpengaruh pada kenyamanan pada kulit tubuh manusia. Bisa dilihat pada tabel diatas kecepatan angin yang bergerak paling nyaman adalah sekitar 0,25-0,5 m/detik merupakan gerakan udara yang paling nyaman. 
sumber gambar: Ilmu Fisika Bangunan, Heinz Frick

Gambaran pergerakan udara dan panas yang terjadi dalam sebuah ruang kerja
sumber gambar: Ilmu Fisika Bangunan, Heinz Frick

Pada bangunan yang berada di daerah panas, bila tidak menggunakan AC, cara terbaik adalah dengan menyediakan ventilasi bangunan yang baik, yaitu jenis ventilasi silang. Turunkan suhu sekitar rumah atau bangunan dengan menanam pohon dan rerumputan, sehingga mengurangi penggunaan AC. dan berbagai tips lain bisa Anda lihat pada artikel bagaimana agar rumah tanpa AC.

Semoga artikel ini bermanfaat :)

--------------------------------------

Tambahan diagram (dari buku "Agar Rumah tidak Gelap dan tidak Pengap", karangan Gatut Susanta)





________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Thursday, December 16, 2010

Classical Contemporary

For two decades, the Georgetown couple walked past a Colonial Revival brick house near Tudor Place and wished it could be theirs. “We admired the simplicity and elegance of the architecture,” says the attorney husband. “The home is somewhat unique because it is freestanding rather than a row house. It came with one of the deepest gardens in Georgetown.”

When he and his wife, a telecommunications consultant, discovered their dream home was finally for sale, they jumped to buy it. The interiors needed updating so they turned to Rob Brown and Todd Davis, who had remodeled rooms in their previous house. “They know how to integrate clean, modern furnishings with older homes in which the preservation of the historic details is essential,” says the wife. Brown and Davis, who have offices in Bethesda and Miami Beach, are best known for decorating the Washington, DC, and Chappaqua, New York, homes of former President Bill Clinton and Secretary of State Hillary Rodham Clinton, as well as Hillary Clinton’s former Senate office.

In the living room off the stair hall, Brown and Davis unified the seating groups with a Chinese-inspired rug of their own design.


Hardly the typical Washingtonians whose conservative tastes run to wing chairs and Oriental rugs, the well-traveled homeowners prefer more stylish, pared-down designs. “In essence, we are Bauhaus admirers,” says the husband. “We dislike clutter, excessive ornamentation and overly decorated spaces.” At the same time, he and his wife appreciate the historic charm of Georgetown and made sure renovations respected the architectural character of their 1883 home. “The challenge was to find the right balance between preserving the best of a 19th-century structure and furnishing it with designs that are clean, simple and elegant,” he says.

In the dining room, golden drapes warm the north-facing windows. The rosewood table, upholstered chairs, banquette and rug were designed by Brown Davis.


Brown and Davis addressed both modernity and history by setting sleek furnishings into rooms outlined in elegant architectural details of their own making. “The façade is gorgeous but the interiors did not match that,” says Brown. “To either side of the central hallway was a jumble of rooms. It was time to give the house new life.” On the main level, archways between the hallway and flanking spaces were widened and raised to improve flow. A small room behind the living space was replaced with a coat closet and a powder room with a sculptural stone sink.

Brown Davis designed new paneling in the family room, where they repurposed furniture from the couple’s previous home. The print is by Robert Motherwell.


At the rear, the kitchen was completely overhauled by Poggenpohl with contemporary cabinets, glass backsplashes and stainless-steel appliances. It now opens to the rebuilt back porch overlooking the terraced garden and pool. The room across the hall from the kitchen was framed in new paneling and built-in cabinetry to create a family space. Chairs and sofas were recycled from the couple’s previous home and reupholstered to provide comfortable seating for reading and watching TV.

Throughout the house, the décor reflects what Brown and Davis call “classical contemporary,” a luxurious but streamlined look that has become their signature. “One of our trademarks is the juxtaposition of old and new, and bringing colors together in unexpected ways,” Davis says.

The contemporary was revamped by Poggenpohl.


The more formal rooms at the front of the house exemplify this mix of traditional and modern elements. In the living room, Brown and Davis replaced the fireplace mantel with a carved limestone surround and installed new architectural moldings to create a classical backdrop to stylized, Deco-inspired furnishings. Instead of pairing sofas around the fireplace, they arranged seating areas at either end of the room and connected them with a floral-patterned carpet of their own design. “It was inspired by a late 19th-century Chinese import rug for another client,” explains Brown. “The furniture has a Deco flair and in terms of Deco interiors, Chinese rugs were often used.” Ivory upholstery on the chairs and sofas provides a contemporary twist within the room’s traditional setting.

The husband’s cherry-paneled study centers on four chairs originally designed by Brown Davis for the British Embassy.


Across the hall, a similar contrast is evident in the dining room, which also serves as a music room for the couple’s three children. A baby grand piano faces upholstered chairs pulled up to a rosewood table and a banquette in front of the windows. As in the living room, the piano and furnishings are linked by a large rug in subdued tones to match the upholstery. In both living and dining rooms, marigold silk draperies add a jolt of color. “These rooms tend to be dark because they face north,” says Brown. “We chose a golden tone to warm them up.”

Abstract prints by noted American artists Robert Motherwell, Robert Rauschenberg and Richard Serra, and large paintings by Spanish artists Miguel Angel Campano and José Freixanes underscore the contemporary feeling. “We think the art reinforces the importance of simple furnishings—the furnishings do not collide visually with the art,” says the husband.

In the master bedroom, Donghia wallpaper provides a dark backdrop to light-colored furnishings and a sleek stone fireplace mantel.


Upstairs in his study, Brown and Davis extended the same strategy applied to the living and dining rooms, but reversed the approach. Instead of ornamenting the walls with intricate moldings, they used streamlined cherry paneling and shelving as a modern backdrop to traditional furnishings, including four chairs the designers originally created for the British Embassy.

Contrast continues in the master bedroom, where light-colored bedding, drapes and upholstery are set off by raisin-colored silk wallpaper. “We were asked to make it a cocoon,” says Davis. “So we used materials to absorb sound from the street.”At one end of the room, a print by British artist Henry Moore hangs over a fireplace framed in a simple stone surround. “It’s our favorite room, especially in winter with the fireplace burning,” says the husband. “We are often there, reading or working late at night when the house and the city outside are quiet.”

Study Table For Children In The Bedroom

Designed a study table for children in the bedroom is nice, well where desks are nice, cool, and comfortable will make your child will use his passion for learning or making school assignments are done at home. Well usually the children tends to couple a table Study abroad requires facilities that support the learning activities at home, such as equipment / tools are full making it easier for them to learn.

By selecting the appropriate furniture and accessories as well as adjust the layout for this learning space for you to choose and set together with your child, because the needs and comfort to learn that directly felt by them. you only need to provide whatever they need to support them that their achievement in class.







Wednesday, December 15, 2010

Remodeling Project of an Edwardian Terrace House

Situated in Hammersmith, London, below is a beautiful remodeling project of an Edwardian terrace house. Finished by Paul McAneary Architects, the house consists of three bedrooms with twofloor levels. The house is aimed to fulfill the client wish because they want a contemporary design and functionality. Besides that, the client also desires to have a garden as a continuation of the indoor area. The house is finished in concept that make the whole design is a 30-degree twist, offering physical and perceptive overlapping between the out and indoor. This concept let enough natural light to fill in the room during the day. The kitchen-living area is expanded to the externallandscape, giving perfect composition of connection between outdoor and indoor area. Complemented with frameless glass skylight and open façade, the area is flooded by enough sunlight. The house is adorned with a small garden area at the backyard, which is near to the kitchen area. The floating external deck is an ideal spot for enjoying the warm of the sun or evening tea with family. Here is a few from the architect “The angle facilitates the overlap between the garden and kitchen thresholds – so whilst at the sink you feel the garden is actually behind you. This conceptual idea is manifest in the details of the faceted zinc facade and the floating external deck, being cut back to a fine angled edge.”

















source: homedug

Double Bed, Bedroom Decorating Ideas

Double Bed, Bedroom Decorating Ideas where the 2 in 1 bedroom with 2 beds in 1 bedroom that has a cool and unique design and layout that fits and arrangement that looks very neat and beautiful. Well for you who sleep together in one room and want to have separate beds which can be modeled designs bedroom like this.

To support the needs of furniture and accessories from this bedroom is separated from one another so as not to interfere with each other between the needs of each, and arranged according to their wishes.

room like this design very suitable for your children, where if your house has a slightly smaller size then it could be a bedroom like this, this is very cool all would love it.







Tuesday, December 14, 2010

Modern Roof Garden Design

Not everyone is blessed with large outdoor area, but there is always a way to create a garden to your home. Roof garden is one of useful technique that allows you to have a small outdoor space for enjoying the breeze and blue sky. The idea came from Simon Morray-Jones Architects, Clair Strong Interior Styling and UK-based BlueSky Landscape. Below garden is situated on two-storey urban apartment that present as an extension of the living area. This contemporary garden is decorated with low-maintenance plants and cozy outdoor furniture. This is a smart garden design for a busy people that will not have enough time to take care of the plants. The roof garden is also completed with a food prep space and dining areas, providing a small heaven in hectic city life. 










source : homedug

Modern Kids Room Design Inspirations

Designing a perfect teen’s bedroom can be confusing. When the kid grows up we need to consider their opinions and styles. We could involve them to create a comfortable and suit with their age and needs. We’ve featured lots of attractive kid’s room design that can be used for teens as well. Before start picking up the furniture design or maybe arrange the layout, you need to choose the background color first. You can choose orange or red for creating fresh interior or paint the wall with blue, green and white for calm room design. After the painting is done you can move to the next step, which is selecting furniture design. To get suitable furniture, you may want to measure the room first and choose the furniture that will perfectly fit the room’s size. Choose necessary furniture only to avoid filling your kid’s room with unimportant items. You can fill the room with bed (it can be single, double or bunk bed), wardrobe, study desk, chair and bookshelves. Those are enough for making a comfortable kid’s room. When you already get the right furniture, you can start thinking about the layout. Choose a layout that provide an enough empty space and will not make the bedroom looks crowded. When those steps are done, you can add simple ornaments such as wall sticker, mural or others to make the bedroom look more alive. Below you can see 15 stylish and organized kids bedroom from Spanish designer Sergi that can enrich your ideas. 


























source : homedug