Monday, December 29, 2008

Teras rumah; "Teras yang baik adalah teras yang nyaman"

Teras adalah bagian rumah yang menyambut tamu-tamu datang, kadangkala kesan yang ditangkap oleh para tamu bisa terbawa hingga ke rumah. Teras juga bisa berada disamping atau belakang rumah sebagai area duduk. Mungkin Anda pernah mendengar seseorang berkata; "kita senang sekali ngobrol di teras rumah si A". Ada beberapa cara menjadikan teras sebagai bagian yang menarik dari rumah kita dan terasa lebih nyaman.

Teras yang berada didepan rumah adalah penerima, dimana seringkali ia berfungsi sebagai ruang transisi sebelum seseorang masuk dalam rumah. Kadang-kadang, suasana teras terasa sangat nyaman, sehingga tamu atau anggota keluarga malah lebih senang mengobrol diteras tersebut. Mungkin saja, itu berasal dari semilir angin yang sejuk diantara tanaman-tanaman hias di teras, mungkin itu berasal dari warna bagian depan rumah, dan sebagainya. Dari pengamatan sederhana yang saya lakukan, ada beberapa hal yang menjadikan teras rumah semakin menyenangkan.

Teras yang baik adalah teras yang nyaman
Jangan lupa, kenyamanan di teras adalah hal utama. Bila kita ingin menunjukkan kesan ramah kepada mereka yang mengunjungi rumah kita, buatlah agar mereka merasa diterima dan disambut dengan sebuah kenyamanan. Dalam hal ini, kita bisa menyediakan kursi-kursi untuk duduk dengan nyaman. Kursi untuk teras seharusnya termasuk furniture outdoor, atau furniture yang tahan diletakkan diluar ruangan. Biasanya kursi outdoor dibuat dari bahan besi dan kayu untuk ketahanannya. Bahkan sekarang ada bahan-bahan lain dari plastik yang lebih tahan cuaca. Bila memungkinkan, gunakan tiga atau empat kursi untuk duduk.



Sebuah teras juga bisa dilengkapi dengan dudukan dari tembok, kayu, dan sebagainya yang merupakan bagian dari bangunan rumah. Saat mendesain, kita bisa menambahkan tembok sekitar 60-70 cm dengan dudukan di bagian atasnya. Hal ini sering kita jumpai pada rumah-rumah lama kolonial atau tradisional.

Teras dapat dilengkapi dengan tanaman
Tanaman dapat memperlunak suasana ruangan, dan membuat kita merasa makin nyaman. Tidak heran, bila tanaman selalu merupakan bagian dari terapi agar kita lebih nyaman, karena tanaman dengan daun-daun hijaunya mengingatkan kita pada alam yang asri dan menyegarkan. Tanaman rambat, tanaman hias dan pepohonan yang melindungi dari terik matahari menjadikan teras rindang dan asri. Lingkupi teras dengan berbagai tanaman.

Teras pada intinya adalah tempat berteduh
Jadi bila sebuah rumah hanya punya sedikit perkerasan dan sedikit teritisan, mungkin itu belum bisa disebut sebagai teras. Teras setidaknya harus berfungsi untuk menerima tamu sebelum masuk rumah, atau merupakan tempat untuk mengobrol di bagian depan, samping atau belakang rumah.Sebuah teras mungkin tidak terlihat bagus dari jalan, tapi boleh jadi bisa terasa nyaman dan asri sehingga membuat orang betah duduk disana. 

Teras bisa menjadi pengganti ruang tamu untuk sebuah rumah mungil, jadi hanya tamu yang sudah akrab saja bisa masuk kedalam rumah, dan rumah tidak harus memiliki ruang tamu, cukup ruang keluarga saja sehingga menghemat biaya pembangunan rumah.


Pada contoh diatas, rumah yang didesain astudio ini mungil, hanya memiliki ruang keluarga, dua kamar tidur, satu dapur, satu kamar mandi, dan halaman belakang yang berfungsi sebagai area makan dan ruang belajar anak. Contoh diatas menunjukkan, teras dapat dipakai sebagai pengganti ruang tamu, dengan menambahkan penyekat berupa dinding semi permanen dari kayu dan kaca atau fiber glass dengan rangka besi kecil.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Monday, December 22, 2008

Desain rumah gratis: Rumah dengan tempat usaha didepan dengan lahan 6 x 16 m2

Saya memiliki rumah ukuran 6m x 16 m. Saya berencana membuka usaha butik di halaman depan dengan ukuran 2,5 x 4 m, sedangkan sisa lebar halaman depan 3,5 x 4 m direncanakan untuk carport. Butik hanya 1 lantai dan menyatu dengan ruang tamu atau ada pintu penghubung ke ruang tamu.
Mohon bantuan untuk dibuatkan desain yang sesuai untuk bagian depan rumah/ fasad rumah.

Pertanyaan:
Nama: wakhid km
Alamat: diponegoro 182 surabaya
Jenis Konsultasi: konsultasiMedia
Pertanyaan: Yth Pengelola astudio
Saya memiliki rumah ukuran 6m x 16 m. Saya berencana membuka usaha butik di halaman depan dengan ukuran 2,5 x 4 m, sedangkan sisa lebar halaman depan 3,5 x 4 m direncanakan untuk carport. Butik hanya 1 lantai dan menyatu dengan ruang tamu atau ada pintu penghubung ke ruang tamu.
Mohon bantuan untuk dibuatkan desain yang sesuai untuk bagian depan rumah/ fasad rumah.


jawaban:
Yth pak Wakhid,
Pertama saya ucapkan selamat atas rencana pembangunan rumahnya. Dalam menjawab kebutuhan desain pak Wakhid, saya memberikan saran untuk membuat rumah dengan 2 kamar tidur dan satu butik seperti yang bapak sebutkan. Didepan ruang tamu, langsung digunakan untuk carport karena cukup terbatasnya lahan.

Denah rumah




Rumah ini cukup sederhana dan atapnya standar sederhana tidak memakan banyak biaya. Demikian pak Wakhid, semoga membantu. Salam dari astudio.


Probo Hindarto_________________________________________

Pertanyaan dan Jawaban ini sudah dimuat di berbagai koran di Indonesia yang terhubung dengan PERSDA: sebuah grup Kompas Gramedia. Desain ini dibuat dengan teknologi dan desain sederhana, dan belum memenuhi spesifikasi gambar kerja, namun dapat digunakan untuk berkonsultasi/komunikasi dengan arsitek Anda, kontraktor atau tukang. Bila Anda tertarik, bisa berkonsultasi dengan astudio untuk meningkatkan desain ini. 



Konsultasi ini dimuat di:



Jawa: Tribun Jabar
Sumatera: Sriwijaya post, Palembang
Riau: Tribun Pekanbaru
Batam: Tribun Batam
Kalimantan: Bajarmasin Post di Kalsel
Tribun Kaltim
Tribun pontianak, di kalbar
Sulawesi:Tribun Timur di Makassar.


Serambi indonsia di di Banda aceh dan Pos Kupang di NTT


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tuesday, December 16, 2008

Memadukan bentuk furniture dan jendela melengkung

Ruangan biasanya memiliki bentuk denah kotak, dan kadang-kadang ada bentuk ruangan yang dindingnya melengkung. Dinding melengkung biasanya dibuat di rumah-rumah atau bangunan bergaya klasik atau Mediterania, karena memang dari asalnya di dataran Eropa, arsitektur klasik banyak mengusung dinding yang berbentuk bundar.

Ruangan yang kotak hingga saat ini dianggap sebagai ruangan yang efektif, karena mudah dipadukan dengan furniture, yang biasanya bentuknya segi empat juga. Ruangan yang bentuk denahnya segitiga atau lingkaran tidak banyak dipakai, karena jenis denah seperti ini agak sulit dipadukan dengan furniture-furniture yang bentuknya segi empat di pasaran.

Namun saat ini, banyak furniture, jendela dan elemen bangunan maupun interior yang dibuat dengan bentuk-bentuk unik seperti bentuk bundar atau bulat. Contohnya bubble chair yang desainnya dibuat oleh Eero Aarnio, seorang desainer 'kursi gelembung' yang terkenal ini. Bentuk-bentuk yang tidak lazim ini bisa menciptakan atmosfer unik dalam rumah Anda.


Bubble Chair
'Kursi gelembung' atau Bubble Chair karya Eero Aarnio.

Ikea mats

Bentuk-bentuk melengkung seperti oval, bulat, bundar yang digunakan pada furniture, jendela dan sebagainya seringkali memberikan warna unik dalam desain rumah kita. Bertentangan dengan anggapan bahwa rumah modern harus dibuat dengan bentuk kotak-kotak, bentuk lengkung juga sesuai untuk digunakan, karena masih termasuk bentuk dasar yang sederhana (geometri sederhana) sesuai prinsip desain modern yang meniadakan ornamentasi.

Bila Anda ingin ruangan dalam rumah Anda terasa lebih 'bersahabat' dan tidak kaku, cobalah menggunakan bentuk lengkung seperti meja bundar, kursi bundar, atau bentuk pajangan lain dengan unsur lengkung. Dijamin, tiba-tiba ruangan akan lebih tidak kaku daripada hanya menggunakan furniture yang kotak-kotak saja.


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Karya-karya arsitektur dunia yang fenomenal; sebuah video kompilasi bangunan yang dianggap prestisius

Karya-karya arsitektur fenomenal ini memang patut untuk mendapatkan perhatian, karena kreativitas untuk menciptakan desain yang memiliki nilai estetika dan menjadi simbol dari pencapaian umat manusia. Simak saja, Burj Dubai, gedung tertinggi di dunia saat ini, dengan tinggi bangunan direncanakan lebih dari 800m. Sebagai gedung tertinggi, ia memiliki pamor yang mengangkat negeri Dubai dalam kancah dunia arsitektur yang prestisius.

Saksikan sebuah video youtube berikut tentang beberapa bangunan tinggi didunia yang sangat kreatif, dunia rupanya sedang kegandrungan dengan jenis-jenis arsitektur yang 'stand alone' dan bergengsi, untuk mendongkrak pamor sebuah wilayah.




Maksud saya mengetengahkan review ini adalah untuk memperlihatkan pada kita semua kemajuan arsitektur skala dunia, sehingga kita dapat melihat kembali dalam skala negeri kita, apakah kita sudah cukup maju dan menghargai ide desain?

Dalam sebuah percakapan bersama rekan-rekan SAMM dan Pak Deddy Wahjudi, PhD tentang kreativitas dalam arsitektur, kita mendapati bahwa arsitektur adalah cabang seni yang selalu berkaitan dengan konteks yang lebih besar dari sebuah bangunan. Bila kita melihat kecenderungan cabang seni lain seperti desain produk, maka kita mendapati bahwa kreativitas berawal dari skala kecil (benda dan kreativitas manusia).

Arsitektur yang berawal dari skala kecil (berasal dari kreativitas saja), seringkali tidak cukup dan akan banyak mengundang berbagai pertanyaan maupun sanggahan berkaitan dengan keberadaannya yang tidak kontekstual. Bila sebuah bangunan berhasil di Jepang, Eropa, atau Amerika, belum tentu ia dapat berhasil di Indonesia, Afrika atau India, dimana masyarakatnya masih memiliki pandangan yang tradisional tentang arsitektur.

Saat ini kita melihat pergeseran cara pandang masyarakat yang lebih menghargai perubahan, karena pola pikir yang lebih global. Menurut Anda, ini sebuah ancaman atau peluang?






gambar dari wikimedia, dibawah CC license 

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Saturday, December 13, 2008

Sebuah konsep 'benih' arsitektur dari Brittany Bell, Selandia Baru


Posting ini adalah kelanjutan saya untuk mengulas berbagai website, karya dan lain-lain dalam bahasa Indonesia yang tidak formal dan tidak terlalu teoritis. Kali ini saya mengangkat sebuah desain konsep dari seorang mahasiswi di Victoria, Selandia Baru. Meskipun dia masih mahasiswi, tapi karya 'benih' ini cukup sepadan untuk disejajarkan dengan karya 'benih' dari Zaha Hadid. Lihat karya Zaha Hadid yang bisa dilihat disini.

Brittany Bell, mungkin adalah Zaha Hadid selanjutnya, yang menggabungkan konsep dasar desain miliknya dengan garis-garis desain Zaha Hadid dan Santiago Calatrava. Dalam desain konsep ini dia mengakui akan muncul bibit-bibit dalam desain yang akan dibuat selanjutnya.




Ide dasarnya adalah dari konsep tanaman yang tumbuh dalam kota. Dalam teks Brittany Bell;

Setiap tahun semakin banyak jenis tanaman yang menjadi punah atau hampir punah. The New Zealand pemerintah telah mengusulkan gagasan untuk membuat arsip untuk bibit Pasifik untuk rumah yang aslinya dan melestarikan tanaman mereka untuk generasi masa depan.

Brittany beranggapan bahwa arsitektur masa depan tidak dapat diprediksi, dan karena itu perlu adanya rancangan yang dapat bergerak dan mengikuti alur tanaman dalam menghadapi perubahan lingkungan dan ekosistem. Bentuk dasarnya mengambil dari tulang tanaman 'cytoskeleton'. Dari bentuk dasar ini dapat dikembangkan konsep bangunan yang tanggap terhadap lingkungan dengan tumbuh dan menjalar, seperti menghadapi curah hujan dengan mengadaptasi bentuk-bentuk sayap sebagai perlindungan. Struktur-struktur ini bahkan dapat bergerak untuk mengakomodasi perlindungan tersebut.




________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Ikon arsitektur Postmodern: Piazza d'Italia di New Orleans

Piazza d' ItaliaBangunan ini adalah salah satu icon postmodern yang banyak diulas dalam dunia arsitektur modern. Menggunakan idiom arsitektur modern yang digabungkan dengan berbagai elemen arsitektur klasik secara eklektik, arsitektur ini membawa kembali memori dari masa lalu ke masa depan, dalam konteks yang dapat diterima sebagai penguat dari 'kekosongan' akibat arsitektur modern yang terlalu fungsional.
Hal ini karena, bangunan-bangunan lama dalam kompleks pemukiman imigran dari Italia ini dipandang memerlukan sentuhan baru untuk memberikan jiwa bagi fungsi bangunan yang tidak mencerminkan kebudayaan Italia.

Dalam dunia postmodern, akhirnya makna bangunan yang dibutuhkan untuk menumbuhkan identitas muncul dengan cara-cara seperti ini, karena tuntutan untuk memiliki identitas yang tidak dapat diberikan oleh keseragaman arsitektur modern. Dalam Piazza d'Italia, elemen-elemen dalam arsitektur yang tumbuh di Italia, muncul menjadi bagian baru yang menyegarkan keseluruhan kompleks, seperti munculnya kolom-kolom doric, corinthian, dan ionic yang diletakkan dengan cara tidak formal seperti arsitektur pendahulunya, namun dengan cara yang humoris dengan memasukkan unsur-unsur baru yang bersifat sculptural.

Bangunan dalam piazza ini bisa disebut sebagai gerbang untuk memasuki kompleks pemukiman dan area penerima yang memiliki identitas budaya. Denahnya berbentuk melingkar, dengan kolam ditengahnya, dan bentukan 'dataran' peta Italia pada kolam yang menunjukkan hubungan erat orang Sisilia dengan air dan laut.

Piazza d' Italia

Keberadaan arsitektur dalam piazza ini, bisa dikategorikan sebagai sculpture, dimana arsitektur muncul sebagai fragmen dari masa silam yang ditarik kembali dalam konteks modern dan berada di tempat yang jauh dari Italia, seakan-akan menyambungkan kembali fragmen-fragmen memori dalam busana baru.


View Larger Map

Saya sebenarnya teringat pada arsitektur Mediterania di Indonesia, yang sebenarnya mirip-mirip dengan hal seperti ini dalam konteks pemindahan fragmen arsitektur dalam arsitektur modern. Meskipun dengan terpicing dan terpincang, kita mengakui adanya gerakan postmodern yang kontekstual dalam hal memindahkan sebuah fragmen kemashyuran dalam arsitektur Mediterania dalam arsitektur modern Indonesia yang membutuhkan sebuah jatidiri, atau penghubungan dengan suatu kesan, konteks atau bahkan topeng agar menjadi 'seakan-akan' Mediterania. Mau tidak mau, kita harus menerima suatu kecenderungan pola pikir peniruan itu sebagai bagian dari bangsa kita. Suatu saat arsitektur Indonesia akan mentertawakan kondisi ini, dan siapa yang akan tertawa terlebih dahulu (untuk menyadari ini)?


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Monday, December 8, 2008

Jenis-jenis lampu dalam rumah

A little early for my lunch appointment at Panera . . .Terdapat beberapa jenis lampu untuk interior rumah, seperti lampu biasa (bohlam atau neon), yang bisa dipasang di kap lampu. Jenis-jenis lampu hias lebih bervariasi dan digolongkan melalui berbagai cara memasang atau jenis aksesori lampu yang digunakan, seperti ceiling lamps (lampu langit-langit), spotlight (lampu sorot), dan sebagainya. Penggunaan lampu ini bisa sangat mendukung desain interior rumah maupun kantor Anda.

Lampu langit-langit (ceiling lamp)
Jenis lampu ini dipasang dibawah langit-langit dengan berbagai bentuk aksesoris yang bisa didapatkan di toko-toko lampu atau supermarket bahan bangunan dan peralatan rumah tangga. Jenis ini biasanya dipasang dengan tempat lampu yang berfungsi sebagai reflektor, dan banyak digunakan untuk perkantoran.

Upstairs Living Room

Lampu gantung (pendant fixtures)
Lampu jenis ini paling banyak digunakan untuk rumah tinggal, karena kemudahan memasang jaringan kabel. Lampu gantung lantai dasar dengan langit-langit dari dak beton biasanya menggunakan lampu gantung. Lampu gantung juga biasa digunakan untuk 'mengisi' langit-langit yang cukup tinggi, misalnya di area void, tangga, dan sebagainya. Cahayanya bisa digunakan untuk menerangi sebuah area khusus, misalnya meja makan.

Lampu dinding (wall lamps)
Lampu dinding biasa digunakan untuk tujuan menjadi hiasan dinding, atau memberi penerangan yang agak remang ketika malam tiba dan lampu lain dimatikan. Lampu dinding juga bisa digunakan untuk memperkuat sebuah area, misalnya area duduk. Bisa juga digunakan untuk memberi petunjuk arah, seperti pada lobi-lobi hotel.

A little early for my lunch appointment at Panera . . .

Lampu lantai (floor lamps)
Lampu lantai bisa digunakan untuk memberikan penerangan lebih, atau memperkuat keindahan sebuah desain interior. Jenis ini bisa digunakan untuk lampu baca di sebelah kursi baca atau sofa, bahkan menjadi penghias ruang tamu.

Lampu meja (desk lamps)
Lampu meja banyak digunakan untuk kegiatan membaca atau kegiatan lain di meja, dan sebagian besar merupakan lampu untuk area meja saja. Lampu jenis ini sebaiknya bisa diatur dari segi kuantitas cahaya dan bisa diatur arah cahayanya sesuai kebutuhan.

Ada begitu banyak pilihan untuk lampu yang biasa digunakan di rumah. Berbagai aksesori lampu ini bisa didapatkan di toko-toko, supermarket dan mall, dan yang penting diperhatikan adalah bagaimana agar lampu ini bisa memenuhi kebutuhan kita. Mengunjungi showroom adalah ide yang baik sebelum menentukan jenis lampu yang ingin dipakai. Cara lain adalah dengan mengunjungi berbagai tempat, misalnya restoran, hotel, dan sebagainya untuk memperoleh contoh bagaimana menggunakan tata cahaya lampu yang baik sebagai ide agar bisa diterapkan untuk rumah tinggal kita.



________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Wednesday, December 3, 2008

Dinding 'garukan' yang manis untuk rumah ber-gaya 'minimalis'

Dinding ini dibuat dari campuran semen yang 'digaruk' alias dibentuk teksturnya dengan menggunakan alat yang mirip dengan sisir. Tukang yang terlatih bisa membuat dinding semacam ini dengan presisi. Dinding semacam ini biasanya sangat bagus untuk rumah bergaya minimalis. Selain harga pembuatannya lebih murah daripada menggunakan batu alam, kesan uniknya juga tak kalah menarik.

Gaya minimalis yang biasa menggunakan batu alam untuk dinding, memang sedang tren, karena batu alam juga terlihat cantik dan sangat 'Indonesia'. Namun kesan batu yang unik tersebut kadang harus dibayar dengan harga batuan yang cukup tinggi. Sebagai alternatif, dinding 'garukan' semacam ini juga disukai.


Arsitek: Pak Sony (Araya)

Kesan presisi dari dinding semacam ini hadir karena keteraturan garis-garis teksturnya yang sangat sesuai dengan presisi bangunan-bangunan yang sedang tren saat ini. Bila Anda tertarik, bisa menggunakan semen mortar campuran khusus untuk dinding yang tidak usah diaci, sehingga tampilan terlihat lebih bagus. Cara lain juga menggunakan cetakan-cetakan yang dibuat sebelumnya (biasanya di pembuat benda-benda dari beton precast yang juga memproduksi pot beton, ornamen rumah dari beton, dan sebagainya). Cara yang terakhir ini tergolong kurang disukai karena bila cetakan tidak presisi, hasilnya kurang menarik.

Terlihat bagus bukan?


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.