Monday, March 22, 2010

Secondary skin concept (tropical house concept) / konsep kulit kedua untuk rumah tinggal


astudioarchitect.com Imagine a bright tropical house, that is comfortable with shade. Shading device like louvers is often used as secondary skin. Secondary skin concept for tropical houses has become popular lately. This concept blends with modern architecture concept by complementing a considerable solution to deal with tropical climate, which also has an aesthetic value.

Bayangkan rumah cerah di iklim tropis, yang nyaman dengan pembayangan dari sinar matahari. Shading device seperti kisi-kisi sering digunakan sebagai secondary skin. Konsep secondary skin atau 'kulit kedua' untuk rumah tropis menjadi cukup populer akhir-akhir ini. Konsep ini berpadu dengan konsep arsitektur modern dengan menyumbangkan solusi yang patut dipertimbangkan untuk iklim tropis, yang juga memiliki nilai estetika atau keindahan.




WHAT IS SECONDARY SKIN CONCEPT?

You might have read or know from TV shows about 'secondary skin concept' or second wall layer of a building. This concept is originated from an analogy; house as a human skin.Biologically, human has skin, to protect human from many danger, virus, disease, and other thread outside human body. Skin has a function to manage relationship between body and outside body. For example, if it is too hot, human skin will react by keeping temperature stable, for example sweat.Human also has a way to react to external condition for example, by using clothes. There are clothes for hot weather, cold weather, etc. Clothes can be made to fit our comfort.

Barangkali Anda pernah membaca atau tahu dari tayangan televisi tentang konsep 'secondary skin' atau kulit kedua bangunan. Konsep ini pada awalnya merupakan konsep yang mengibaratkan rumah sebagai 'kulit' manusia. Secara biologis, manusia memiliki kulit, dan kulit inilah yang melindungi manusia dari berbagai bahaya, virus, kuman dan ancaman dari luar. Kulit memiliki fungsi mengatur hubungan tubuh dan dunia luar tubuh manusia. Bila kondisi diluar tubuh panas, maka kulit manusia bereaksi dengan tetap menjaga suhu tubuh dalam batas normal, misalnya dengan mengeluarkan keringat. Manusia juga memiliki cara untuk menghadapi kondisi luar tubuhnya dengan memakai pakaian, misalnya pakaian untuk mengatasi udara panas, udara dingin, dan sebagainya. Pakaian dapat dibuat sedemikian rupa sehingga nyaman dipakai.



In architecture, it is Known the concept Of building as human skin, that has a function to protect human body. Building can be designed, to fit tropical climate, from heat and rain, and from other climate related environmental condition. 'Secondary skin concept was derived from analogy of human skin and clothes, and this concept can be used whenever one layer of building 'skin' is not quite enough to deal with climate impact.

In the above sketch that I made, I describe one concept of secondary skin. Human inside a room is isolated by Wall and glass. Wood louvers act as 'secondary skin' to hold direct heat from the sun to directly enter the room. So in this example, heat will not directly enter the glass wall.

To apply secondary skin concept it is important not to be mistaken with creating building ornaments, because usually, house facade will look more aesthetic than using just a Single wall.

Many and more tropical houses use secondary skin concept. this is because tropical houses need more advanced concept than just a single wall concept. to apply secondary Skin concept for Your home consider these points;

When designing, observe the surrounding houses. are they comfortable enough? In term of air freshness. humidity, etc. If you feel that it is not really fresh and comfortable, consider to use secondary skin for your future home.

If your house is already been built, see if there is a possibility that you could better the level of air and natural light comfort by adding secondary skin.

In houses of tropical area, most secondary skin for buildings are made of wood louvers, steel, or other materials. One unique example is one house that was designed by Ridwan Kamil using bottles as secondary Skin. Other materials like bamboo, recycled material, glass, etc can be used innovatively

Level of human comfort in tropical area is quite specific. Some consider rather dark room is comfortable. How much natural light can get in to a room is one of main considerations beside air flow, humidity etc. Nowadays, glass material ate often being used. the impact is higher temperature level.

The use of secondary skin is quite similar to being below the shadow of a tree. You can imagine that being under the shadow of trees when the sun shine very hot is very comfortable.

Pada sketsa yang saya buat diatas, terlihat gambaran salah satu konsep secondary skin. Manusia yang berada didalam, dibatasi oleh dinding dan kaca dari luar bangunan rumah, dan lihat 'secondary skin' yang bisa berupa kisi-kisi untuk menahan panas dari luar.Jadi, dalam contoh ini; dinding kaca dirasa bisa menyebabkan kondisi didalam ruangan terasa lebih panas dan untuk mengurangi panas itu digunakan kisi-kisi penahan panas matahari.


Untuk menerapkan konsep 'secondary skin' atau kulit kedua untuk rumah tinggal, sebaiknya jangan keliru dengan membuat 'hiasan' untuk tampilan bangunan. Memang tampilan bangunan seringkali tampak lebih indah daripada menggunakan satu dinding saja. Tampilan bangunan memang seringkali menjadi lebih baik lebih indah daripada sebelumnya. Namun hal ini bukan alasan sebenarnya menggunakan secondary skin. Bila kita perhatikan,secondary skin banyak diaplikasikan untuk rumah tropis. Hal ini disebabkan karena rumah tropis memerlukan konsep lebih maju daripada single wall atau berdinding satu saja, khususnya di daerah tropis.


Untuk mengaplikasikan secondary skin untuk fasade (tampilan) rumah Anda, berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan


Pada saat mendesain, lihatlah bangunan-bangunan diseki tar rumah yang akan dibangun, kemudian rasakan suasana didalam ruang rumah tersebut. Apakah rumah-rumah tersebut sudah memadai dari segi kenyamanan thermal, dalam arti, apakah rumar calon tetangga Anda itu cukup sejuk, nyaman dalam suhu, kelembaban udara dan sebagainya? Bila Anda rasa kondisi rumah tetangga Anda kurang sejuk, lihatlah barangkali ada kemurgkinan perlu digunakan secondary skin untuk rumah yang akan Anda bangun.


Bila rumah Anda sudah dibangun, lihatlah apakah ada kemungkinan kita dapat memperbaiki tingkat kenyamanan dalam ruang tempat ting gal kita dengan menambahkan secondary Skin.


Rumah karya dan milik Ridwan Kamil, Bandung. Sumber gambar: foto perjalanan Samoke, SAMM


Seringkali untuk daerah tropis, secondary skin yang paling sering digunakan adalah penggunaan kisi-kisi bangunan yang dibuat dari kayu, besi, atan bahan lain. Meskipun demikian, material lain dapat digunakan, misalnya botol bekas seperti yang digunakan pad a rumah tinggal karya arsitek Indonesia Rid wan Kamil. Bahan bahan lain Seperti bambu, anyaman bambu, kaca buram dan sebagainya adalah contoh material yang dapat digunakan. Variasi material pun da pat dikembangkan lebih jauh.


Tingkat kenyamanan manusia hidup di alam tropis memang spesifik. Kebanyakan orang menganggap ruangan yang agak gelap namun masih nyaman bagi mata adalah ruangan yang nyaman. Berapa banyak cahaya yang masuk termasuk pertimbangan utama. Dewasa ini, karena material kaca sering digunakan, dampak dari penggunaan kaca adalah level panas ruangan yang lebih tinggi. Hal ini mengakibatkan perlunya secondary skin untuk diaplikasikan


Penggunaan secondary skin mungkin mirip seperti prinsip 'berada dibawah bayangan pohon' Barangkali Anda bisa membayangkan, bahwa berada dibawah bayang bayang pohon disaat udara panas dan matahari menyengat adalah sangat nyaman.
________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment